Selebrasi Memalukan Pemain Aljazair, Hina Fans 'Patung' Kongo

Selebrasi Memalukan Pemain Aljazair, Hina Fans 'Patung' Kongo

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 08 Jan 2026 00:00 WIB
Selebrasi Memalukan Pemain Aljazair, Hina Fans Patung Kongo
Fans Kongo bergaya bak patung pahlawan anti-kolonialisme Afrika Patrice Lumumba. (Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images)
Rabat -

Pemain Aljazair Mohammed Amoura menghina fans Republik Demokratik Kongo yang berpose bak patung pahlawan bangsa Afrika Patrice Lumumba. Aksinya pun dikecam.

Timnas Aljazair melaju ke perempatfinal Piala Afrika 2025. Riyad Mahrez cs lolos setelah mengalahkan Kongo 1-0 dalam drama 120 menit di Moulay Hassan Stadium, Selasa (6/1/2026).

Adil Boulbina menjadi pahlawan Aljazair lewat gol tunggalnya pada menit ke-119. Namun bukan namanya yang jadi sorotan usai pertandingan, melainkan rekan setimnya Mohammed Amoura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohammed Amoura terekam kamera berlari ke arah tribun fans Kongo dan meniru gaya Michel Nkuka Mboladinga, penggemar Kongo yang viral karena aksi mematungnya selama pertandingan. Striker VfL Wolfsburg itu kemudian menjatuhkan diri dan bergaya santai di hadapan Mboladinga.

ADVERTISEMENT

Aksi Mohammed Amoura mendapat kecaman dari berbagai pihak di media sosial. Dia dianggap tak hanya melecehkan Mboladinga, tapi juga Patrice Lumumba - sosok yang ditiru Mboladinga selama menonton langsung Piala Afrika 2025.

Kecaman tidak hanya datang dari Kongo, tapi juga publik Aljazair. Banyak yang menilai Amoura tidak tahu sejarah Afrika dan bahkan sejarah negaranya sendiri.

Patrice Lumumba memang tokoh anti-kolonialisme Afrika yang menjadi perdana menteri pertama Kongo. Pemikiran-pemikiran Lumumba membakar semangat nasionalisme bangsa-bangsa Afrika, termasuk Aljazair yang memperoleh kemerdekaan pada 1962 - setahun setelah Lumumba dibunuh kelompok reaksioner yang disokong Belgia.

Mohammed Amoura akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf di media sosial. Dia menyesal melakukan selebrasi itu karena tidak tahu pesan dan sejarah perjuangan Lumumba yang diingatkan kembali Mboladinga selama Piala Afrika 2025.

"Aku hanya ingin menegaskan: Saat itu saya tak paham siapa sosok atau apa simbol yang direpresentasikan. Aku cuma mau menggoda mereka, dengan cara halus, tanpa ada maksud atau keinginan untuk memprovokasi," Mohammed Amoura menuliskan via Insta Story, Rabu (7/1).

"Jika sikap aku disalahpahami, aku benar-benar menyesal karena itu jelas bukan tujuan aku sejak awal," ujarnya.




(bay/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads