detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 22 Jun 2019 06:24 WIB

Rajko Toroman Berhasrat Bawa Timnas Basket Lolos Piala Dunia 2023

Mercy Raya - detikSport
Rajko Toroman (ketiga dari kiri) jadi kandidat terkuat pelatih timnas basket. (Foto: Mercy Raya/detikSport) Rajko Toroman (ketiga dari kiri) jadi kandidat terkuat pelatih timnas basket. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Meski baru jadi calon pelatih, Rajko Toroman bermimpi besar untuk timnas basket putra Indonesia. Pria Serbia itu ingin membawa Indonesia lolos Piala Dunia 2023.

Toroman menyampaikan hal itu dalam sesi perkenalan dengan pewarta dan PP Perbasi di The Grove Suits, Kuningan, Jumat (21/6/2019). Toro, demikian karib disapa, dicalonkan PP Perbasi untuk menjadi pelatih tim nasional basket putra menuju FIBA World Cup 2023.

Dia menjadi kandidat terkuat, dengan proses administrasinya tinggal menunggu persetujuan pemerintah sebelum kemudian tanda tangan kontrak.




Toro bukan lah orang baru di dunia basket. Dia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Yugoslovia dan pelatih kepala Timnas U-22 Yugoslovia, serta memiliki pengalaman menangani tim Eropa dan Asia termasuk Timnas Iran, Filipina, dan Yordania.

Ia pernah membawa Timnas Iran berlaga di Olimpiade Beijing 2008, juga mengantarkan Filipina menjadi semifinalis FIBA Asia 2011. Pelatih 64 tahun ini juga membawa klub AL Manama menjadi juara Liga Bahrain.

Kini dia diharapkan bisa membantu Indonesia tampil di Piala Dunia Basket 2023.

"Sebenarnya ini bukan hal sulit bagi saya untuk bertugas sebagai pelatih timnas karena pekerjaan ini sudah sering saya kerjakan. Tapi saya ingin Timnas basket Indonesia lolos ke Piala Dunia. Untuk itu, saya akan mengambil tantangan ini dan mencoba mencapainya," kata Toroman.




"Tapi kami perlu kerja keras. Kami perlu menerapkan sistem, lebih disiplin dari tim lain, kualitasnya juga harus bagus. Jika kerja keras maka mewujudkan mimpi untuk berpartisipasi di Piala Dunia FIBA bisa tercapai," dia menambahkan.

Kiprah timnas basket Indonesia sejauh ini sejatinya tidak bagus-bagus amat. Di level Asia Tenggara saja mereka cukup kesulitan menghadapi Filipina, bahkan Thailand. Indonesia baru sekali juara kejuaraan SEABA sejak 1994, juga belum sekalipun jadi kampiun di SEA Games.

Salah satu persoalan Indonesia adalah postur rata-rata yang tak terlalu tinggi. Namun Toro yakin itu bisa diatasi.

"Saya pernah punya situasi yang sama waktu dengan Filipina. Mereka tak memiliki banyak pemain tinggi. Kami mencoba dengan berbagai kemungkinan dengan naturalisai dan memaksimalkan pemain yang kecil," dia menjelaskan.




"Sekali lagi, ini adalah pekerjaan bersama, bukan hanya saya saja. Pemain, federasi, semua pihak harus mendukung untuk menyukseskan target tersebut (lolos ke World Cup 2023," imbuhnya. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed