Peraturan Dress Code Dituduh Rasis

Peraturan Dress Code Dituduh Rasis

- Sport
Kamis, 20 Okt 2005 14:34 WIB
Peraturan Dress Code Dituduh Rasis
Jakarta - Keputusan NBA menerapkan peraturan dress code kepada seluruh pemainnya menuai kritik. Beberapa pemain menuduh adanya aroma rasisme dalam peraturan itu.Keputusan NBA untuk menerapkan peraturan mengenai dress code kepada seluruh pemainnya mulai menuai kritik. Beberapa pemain bahkan menuduh adanya aroma rasisme dalam peraturan itu.Seperti diberitakan sebelumnya, NBA mengharapkan para pemain yang berlaga di regular season musim nanti menggunakan pakaian resmi. Kebiasaan menggunakan T-shirts, kalung rantai, medali, anting dan kacamata di pinggir lapangan juga akan dilarang.Tapi peraturan yang akan resmi berlaku mulai 1 November mendatang itu ternyata banyak dikritik pemain. Salah satunya adalah guard Indiana Pacers Stephen Jackson. Jackson yang berkulit hitam menuduh peraturan baru tersebut ditujukan pada pemain berkulit hitam karena penggunaan kalung rantai memang identik dengan budaya hip-hop. "NBA takut menjadi terlalu hip-hop", ujar Jackson seperti diberitakan Yahoosports, Kamis (20/10/2005). Untuk memprotes peraturan tersebut, Jackson tetap mengenakan tiga kalung rantai saat Pacers menghadapi San Antonio Spurs dalam sebuah partai uji coba.Hal serupa diamini Paul Pierce. Shooting guard Boston Celtic itu mengatakan bahwa target dari peraturan itu adalah pemain berkulit hitam dan ia menambahkan kalau hip-hop sebenarnya sudah menjadi bagian dari budaya."Saat saya melihat bagian mengenai rantai, medali dan hip-hop, saya pikir itu adalah bagian dari budaya kita. Pemain muda berkulit hitam," seru Pierce.Bintang Philadelphia 76ers, Allen Iverson juga sependapat dengan dua rekannya. "Saya pikir jika mereka menginginkan kami berpakaian dengan cara tertentu, mereka harus membiayai pakaian yang harus kami kenakan. Saya rasa peraturan itu tidak akan membatu meningkatkan image liga."Foto: Iversen dengan gaya hip-hop-nya (mnba). (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads