detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 24 Nov 2019 23:33 WIB

Berjaya di Piala Presiden, Hadiah Satria Muda Cair dalam Tiga Hari

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Juara Piala Presiden Basket 2019, Satria Muda dapat hadiah Rp 150 juta (dok.Satria Muda) Juara Piala Presiden Basket 2019, Satria Muda dapat hadiah Rp 150 juta (dok.Satria Muda)
Solo - Satria Muda Pertamina berhasil menjuarai Piala Presiden Basket 2019. Hadiah Rp 150 juta yang jadi hak Satria Muda dipastikan cair dalam tiga hari.

Pada laga final yang dihelat GOR Sritex Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/11/2019) malam WIB, Satria Muda mengalahkan Amartha HangTuah dengan skor 51-43.

Sebagai juara, Satria Muda berhak menerima uang Rp 150 juta sementara HangTuah mendapat Rp 100 juta. Sementara peringkat ketiga Pelita Jaya mendapat Rp 75 Juta dan peringkat keempat Satya Wacana Salatiga mendapat Rp 50 juta.

Ketua OC Piala Presiden Basket, Cahyadi Wanda, memastikan bahwa hadiah tersebut akan langsung ditransfer dalam kurun tiga hari ke depan atau maksimalnya, Rabu (27/11/2019). Jika tidak maka ada denda Rp 50 juta menunggu panitia.

"Karena dana dari sponsor sudah ada, tinggal urus administrasi. Dipastikan Rabu sudah diterima para juara," kata Cahyadi dalam rilis kepada detikSport.






Ketua SC Piala Presiden Basket, Maruarar Sirait, kemudian menegaskan komitmen panitia terkait hadiah. "Kalau Rabu tidak ditransfer, siap didenda Rp 50 juta?," kata Maruarar. "Siap," jawab Cahyadi.

Selama seminggu perhelatan turnamen ini, ada beberapa rekor yang dicapai. Selain memecahkan rekor dengan total hadiah terbesar sepanjang turnamen basket di Indonesia digelar, juga memecahkan rekor dalam hal siaran di televisi.

Berdasarkan data NetTV, share televisi saat pembukaan mencapai 1,1 persen. Share televisi merupakan persentase jumlah pemirsa pada ukuran satuan waktu tertentu pada suatu channel tertentu terhadap total pemirsa di semua channel.

"Biasanya dalam turnamen maupun kompetisi selama ini, total share itu rata-rata antara 0,6 sampai 0,8 persen. Pernah ada satu pertandingan 1 persen. Tapi Piala Pesiden memecahkan rekor 1,1 persen," papar Cahyadi.






Maruarar pun berterimakasih pada OC atas capaian ini, sekaligus kepada media sehingga basket kian dikenal di masyarakat. Menurut Maruarar, turnamen seperti ini sejalan dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo yang mau membangun dunia olahraga sebagai industri.

Karena itu turnamen ini tidak menggunakan uang negara sepersen pun. Sebab itu pula, menjaga kepercayaan dari publik dan sponsor pun menjadi sangat penting.

"Untuk majukan Basket harus ada ekosistem yang dibangun. Klub, manajer, pelatih, pemain, sponsor. Juga supporter dan media," ungkap Maruarar.

"Maka tak boleh juga ada pengaturan skor dan harus Sama-sama menjaga sportifitas. Transparan itu harus ada indikasinya. Makanya harus diaudit oleh lembaga internasional," demikian Maruarar.






Simak Video "Piala Presiden Wajib Bersih dari Pengaturan Skor"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com