detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 16 Feb 2020 15:08 WIB

PP Perbasi Tunggu Keputusan FIBA Soal Kualifikasi Piala Asia 2020

Mercy Raya - detikSport
Tim nasional basket putra Indonesia menggelar latihan sebagai persiapan SEA Games 2019 di GBK Arena, Senayan, Kamis (25/7/2019). Latihan dipimpin langsung oleh pelatih baru, Rajko Toroman. Timnas Indonesia menunggu keputusan terkait Kualifikasi FIBA Asia 2021. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

PP Perbasi menunggu respons FIBA menyusul arahan pemerintah Indonesia untuk menunda Kualifikasi FIBA Piala Asia 2021. Mereka tak ingin ambil risiko.

Kemenpora bersama Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat rekomendasi penundaan Kualifikasi FIBA PIala Asia Cup 2021. Surat dikeluarkan karena menimbang penyebaran virus corona jika ajang bola basket itu terus dilanjutkan.

Menyesuaikan jadwal windows pertama, Indonesia yang berada di Grup A akan menghadapi Korea Selatan pada 20 Februari dan Filipina pada tiga hari berikutnya. Ajang digelar di Mahaka Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pemerintah tak ingin ambil risiko jika turnamen bola basket Asia itu terus berjalan akan berdampak pada berkembangnya virus corona di Indonesia. Terlebih, sudah ada warga Filipina dan Korea Selatan yang terjangkit virus tersebut sehingga turnamen diimbau lebih baik ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Manajer tim nasional bola basket Indonesia, Maulana Fareza Tamrella, menghormati apa yang menjadi keputusan pemerintah. Namun, Timnas juga akan menunggu respons dari FIBA, yang empunya hajatan.

"Surat rekomendasi itu kan sebenarnya arahan dari pemerintah Indonesia dan sudah diteruskan kepada FIBA. Bagi kami, Timnas akan siapkan rencana A dan B. Dalam arti, jika ditunda akan seperti apa, kalau tidak ya kami akan tetap latihan di Kelapa Gading," kata Fareza kepada detikSport, Minggu (16/2/2020), melalui sambungan telepon.

"Ini kan ditunda karena virus corona tapi Korea dan Filipina ada yang kena. Kemarin sudah diskusi dengan Perbasi Korea dan mereka khawatir jika tetap memaksa pemain pergi, tapi di bandara saat diperiksa panas, bisa dikarantina. Satu yang panas pun bisa semuanya di karantina, jadi hal-hal itu yang akhirnya terlalu riskan kalau dipaksakan sekarang. Itu jika dari sisi pelaksanaan," dia menjelaskan.

"Tapi dari sisi Timnas tentu banyak ruginya. Pertama kami sudah latihan cukup lama, sudah ikut liga juga, kemudian ditunda tentu mempengaruhi program Timnas secara keseluruhan. Terlebih, pemain naturalisasi Korea sedang cedera, tak dipungkiri ini menjadi keuntungan buat Timnas. Ya, kembali lagi kalau risiko penyakit semua jadi tidak worth it." .

"Untuk itu, kalau pun ditunda kami berharap tidak lama-lama, walaupun kami juga tidak tahu ini virus kapan selesainya. Intinya, kami menunggu respons FIBA seperti apa. Kami akan terus update perkembangannya bagaimana," dia menambahkan.

PP Perbasi Tunggu Keputusan FIBA Soal Kualifikasi Piala Asia 2020


Simak Video "Pirlo Resmi Jadi Pelatih Juventus Gantikan Maurizio Sarri yang Dipecat"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com