detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 27 Agu 2020 09:50 WIB

Protes Penembakan Jacob Blake, Laga Playoff NBA Diboikot!

Yanu Arifin - detikSport
An empty court and bench are shown with no signage following the scheduled start time in Game 5 of an NBA basketball first-round playoff series, Wednesday, Aug. 26, 2020, in Lake Buena Vista, Fla. NBA players made their strongest statement yet against racial injustice Wednesday when the Milwaukee Bucks didn’t take the floor for their playoff game against the Orlando Magic.(Kevin C. Cox/Pool Photo via AP) Laga Playoff NBA diboikot sebagai bentuk protes penembakan Jacob Blake. (Foto: Kevin C. Cox/Pool Photo via AP)
Florida -

Kasus kekerasan polisi ke warga sipil bernama Jacob Blake di Wisconsin, Amerika Serikat, membuat pemain NBA geram. Laga Playoff NBA pun diboikot sebagai bentuk protes.

Insiden kekerasan yang dilakukan kepolisian ke warga kulit hitam kembali terjadi di AS. Kini, pria bernama Jacob Blake ditembak 7 kali oleh petugas polisi di Kenosha, Wisconsin, Senin (24/8).

Penembakan yang dialami Blake cukup keji, sebab dilakukan polisi di depan anak-anak korban yang masih kecil. Blake sendiri kabarnya berhasil selamat, namun kondisinya cukup kritis.

Kasus ini juga terjadi selang beberapa bulan, setelah insiden tewasnya George Floyd. Pada Mei, polisi di Minneapolis, membunuh Floyd dengan mencekik lehernya dengan lutut saat berusaha mengamankannya.

Protes keras pun dilayangkan pemain-pemain NBA, yang dalam beberapa bulan terakhir menyerukan gerakan Black Lives Matter, dukungan ke masyarakat kulit hitam yang kerap mendapat diskriminasi. Setelah demo George Floyd, kini dukungan menuntut keadilan Jacob Blake digalakkan.

Dilansir ESPN, Milwaukee Bucks memotori protes dengan memboikot laga kelima Playoff NBA melawan Orlando Magicgic, yang harusnya digelar Rabu (26/8) waktu setempat, atau Kamis (27/8) WIB. Pemain Bucks menolak keluar dari ruang ganti, dan pemain Magic sendiri akhirnya kembali ke ruang gantinya juga.

"Saya dan para pemain saya sangat terganggu dengan apa yang terjadi," jelas pelatih Bucks, Mike Budenholzer, sambil mengenakan kaos 'Pelatih untuk keadilan rasial'

"Merupakan tantangan besar untuk memiliki apresiasi dan keinginan untuk menginginkan perubahan, dan sesuatu yang berbeda dan lebih baik di Kenosha, Milwaukee dan Wisconsin dan kemudian pergi keluar dan bermain."

"Tim kami telah melakukan banyak percakapan. Mereka ingin terus memperjuangkan keadilan rasial, keadilan sosial, dan mengakhiri penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi," kecam Budenholzer.

Pemain Bucks George Hill juga angkat bicara tentang sikap protes timnya. "Kami lelah dengan pembunuhan dan ketidakadilan," katanya.

Bucks sendiri menjadi tim pertama yang berani memboikot laga playoff. Aksi Bucks sendiri membuat NBA akhirnya membatalkan semua pertandingan hari Rabu, yang mana juga menghadirkan laga Los Angeles Lakers vs Portland Traild Blazers dan Houston Rockets vs Oklahoma City Thunder.

Selain dari NBA, laga sepakbola di Major League Soccer juga melakukan aksi protes terkait penembakan Jacob Blake. Tim milik David Beckham, Inter Miami vs Atalanta United gagal digelar karena pemain menolak bertanding. Aksi boikot juga terjadi di laga Women's NBA dan Major League Baseball (MLB).

(yna/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com