detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 16 Sep 2020 17:20 WIB

Jakarta PSBB Lagi, Penggawa NSH Ini Takut Tak Bisa Tanding Lagi

Mercy Raya - detikSport
Logo IBL Pemain NSH Jakarta khawatir tak bisa berlaga di IBL 2020 karena PSBB di Jakarta. ( Foto: ist.)
Jakarta -

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar oleh Pemprov DKI Jakarta memberi dampak ke Indonesia Basketball League (IBL) 2020. Mereka khawatir tak bisa bermain basket lagi.

Kompetisi IBL direncanakan bergulir kembali 13-27 Oktober di Jakarta. Dalam persiapannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan PSBB total di Jakarta, mulai 14 September lalu. Aturan tersebut guna menekan tingginya kasus COVID-19.

Bagi penggawa-penggawa basket yang sudah lama tak bermain di IBL aturan tersebut menjadi kabar buruk. Mereka khawatir hal itu mempengaruhi rencana melanjutkan kompetisi yang sudah terhenti sejak Maret lalu. Tak terkecuali, Lutfi Eka Koswara, pemain NSH Jakarta.

"Sebagai pemain tentu saya inginnya bisa tetap dilanjut sesuai rencana. Sudah terlanjur latihan dan rindu bertanding," kata Lutfi dalam laman resmi IBL.

Saat ini dengan adanya PSBB, sebut Lutfi, NSH terpaksa kembali berlatih di mess. Kondisi ini pun sedikit mengganggu ritme latihan yang sudah berjalan baik.

"Saat ini kembali ke gyn dan shoot around saja. Kebetulan di mess ada lapangan basket juga," ujarnya.

Ia pun berharap operator liga, Pemprov DKI, serta instansi terkait bisa menemukan solusi terbaik. Apalagi Jakarta masih merupakan tempat paling ideal untuk melanjutkan kompetisi.

Diketahui, operator IBL sampai kini terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. IBL juga akan mencoba opsi-opsi lain bisa kondisi terburuk terjadi di Jakarta saat PSBB.

"IBL selalu berusaha melakukan pilihan terbaik sesuai dengan peraturan dan ketentuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com