Laga Uji Coba: Bima Perkasa Lumat Satya Wacana Salatiga

Jauh Hari Wawan S - Sport
Jumat, 11 Des 2020 23:10 WIB
Bima Perkasa dalam laga uji coba.
Bima Perkasa menan uji coba dari Satya Wacana Salatiga. (Foto: dok.Bima Perkasa)
Jakarta -

Bima Perkasa Yogyakarta menang atas Satya Wacana Salatiga 76-59 dalam laga persabhabatan. Hasil akhir bukan yang dicari dalam laga ini.

Di GOR Amongrogo Kota Yogyakarta, Jumat (11/12/2020), duel Bima Perkasa dengan Satya Wacana digelar. Pelatih Bima Perkasa, David Singleton, mencoba banyak game plan dengan memainkan susunan pemain yang berbeda. Ia juga memberi kesempatan pada empat rookie untuk unjuk gigi.

"Saya cukup senang dengan prosesnya. Pertandingan berjalan menarik tapi masih banyak yang harus diperbaiki, seperti yang saya bilang kita harus benar-benar bekerja keras untuk membangun tim ini," kata David Singleton kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Di awal laga, Singleton menurunkan Raylly Pratama, Tifan Pradita, Indra Muhammad, Restu Dwi Purnomo, dan Nuke Tri Saputra. Ia menyimpan Rachmad Febri Utomo dan Azzaryan Pradhitya di bangku cadangan saat kuarter pertama.

Permainan cepat yang diperagakan roster Bima Perkasa pada kuarter ini membawa tim unggul jauh dari Satya Wacana.

Namun Satya Wacana tak tinggal diam. Tim besutan Efri Meldi itu mengambil time out di saat yang tepat lalu perlahan menyusul perolehan angka.

Di kuarter dua, kepemimpinan Febri di atas lapangan mampu menenangkan para pemain hingga kembali mengambil alih permainan lewat defense ketat yang sulit ditembus para pemain Satya Wacana.

Sore itu, Bima Perkasa berpesta. Para rookie tak mau ketinggalan dan ambil bagia di kuarter tiga dan empat. David Lavi, Ferdian Ravanelli, Samuel Devin, dan Alvin Kurniawan tidak kalah tenang lalu membawa satu-satunya wakil Yogyakarta di Indonesian Basketball League (IBL) itu unggul sampai kuarter terakhir.

Determinasi yang ditunjukkan Nuke Tri dkk pun mendapat apresiasi dari presiden klub Bima Perkasa, Edy Wibowo. Ia berharap para pemain tetap menunjukkan kerja keras untuk bisa bicara banyak di kompetisi musim depan.

"Bukan skornya yang penting, tapi bagaimana kekompakan dan mentalitas mereka tumbuh dalam tiap pertandingan seperti tadi," kata Edy.

(cas/nds)