Setahun setelah Kobe Bryant Pergi

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 27 Jan 2021 15:25 WIB
Jose Jara with his three-year-old daughter Giana poses for a picture in front of a mural on the side of Hardcore Fitness along Pico Blvd as fans of Kobe Bryant celebrate the life and legacy around murals and makeshift memorials in Los Angeles on Tuesday, Jan. 26, 2021. (Keith Birmingham/The Orange County Register via AP)
Setahun setelah kepergian Kobe Bryant (AP/Keith Birmingham)
Los Angeles -

Tepat setahun sudah Kobe Bryant pergi untuk selama-lamanya. Meski demikian, namanya akan selalu harum dan dikenang banyak orang.

Tanggal 26 Januari mungkin hanya jadi hari biasa sebelum itu diperingati sebagai tragedi yang merenggut nyawa Kobe, pebasket terbaik yang pernah ada.

Sebab pada 26 Januari 2020, Kobe dan putrinya Giannina jadi korban jatuhnya helikopter di Calabasas, California. Keduanya awalnya ingin menuju pertandingan basket yang melibatkan tim asal Mamba Academy.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, helikopter yang mengangkut keduanya serta beberapa penumpang lagi jatuh di tengah kabut. Wajar ketika dunia basket saat itu dibuat sedih dengan tragedi tersebut.

Setelahnya, banyak aksi penghormatan dilakukan oleh sejumlah tim dan pemain NBA. Mulai dari berdiam selama 24 detik di awal laga hingga pesan duka terbuka via media sosial.

"Gigi keponakanku dan Bryant saudaraku, aku mencintaimu dan akan merindukanmu. Belasungkawa yang terdalam kuberikan kepada keluarga Bryant dan keluarga penumpang lainnya," kata Shaquille O'Neal, mantan rekan setim di LA Lakers, via Twitter.

"Ada banyak hal yang saya pelajari dan serap darinya. Well, Kobe, kamu akan tinggal tetap dalam ingatan saya. Beristirahatlah dengan tenang, young man," timpal legenda Lakers lainnya, Kareem Abdul-Jabbar, dalam wawancara dengan ESPN.

"Saya terpukul mendengar kabar tragis bahwa Kobe dan Gianna meninggal dunia. Kata-kata tidak dapat menggambarkan sesakit apa rasanya ditinggalkan mereka. Saya menyayangi Kobe, ia seperti adik saya. Kami sering mengobrol dan saya akan selalu merindukan obrolan kami," ujar Michael Jordan.

Tak cuma dunia basket yang dibuat sedih dengan kepergian Kobe, sepakbola pun berduka. Seperti diketahui Kobe merupakan fans berat AC Milan, karena semasa muda pernah tinggal di Italia.

Bahkan pada laga kontra Torino beberapa hari setelahnya di San Siro, Milan memberikan tribute kepada Kobe dan para pemain menggunakan ban hitam di lengan.

Pemain Paris Saint-Germain Neymar kala itu juga melakukan selebrasi di tepi lapangan sambil menunjukkan angka 2 dan 4, merujuk pada nomor 24 yang dikenakan Kobe. Neymar bahkan sempat menangis saat melakukannya.

Atlet-atlet dari olahraga lain juga memberikan tribute kepada Kobe. Ini membuktikan betapa besarnya pengaruh Kobe Bryant tak cuma di dunia olahraga tapi juga di luar itu.

Kobe bahkan sempat menggarap proyek flim bersama aktris Olivia Munn dan Granity Studios, yang memproduksi film, serial TV, buku dan novel tentang olahraga.

Maka wajar jika bulan Mei mendatang, Kobe kan masuk Basketball Hall of Fame. Setahun setelah kepergiannya pun, fans masih mengenang Kobe dengan berfoto di mural sang pebasket atau menaruh karangan bunga di bukit tempat jatuhnya helikopter.

Jose Jara with his three-year-old daughter Giana poses for a picture in front of a mural on the side of Hardcore Fitness along Pico Blvd as fans of Kobe Bryant celebrate the life and legacy around murals and makeshift memorials in Los Angeles on Tuesday, Jan. 26, 2021. (Keith Birmingham/The Orange County Register via AP)Fans memberikan tribute setahun setelah tewasnya Kobe Bryant Foto: AP/Keith Birmingham Foto: AP/Keith Birmingham

Kobe Bryant memang hebat.

(mrp/cas)