Jelang FIBA Asia Cup 2021, Ini Fokus Panpel

Mercy Raya - Sport
Kamis, 22 Apr 2021 14:40 WIB
Panpel FIBA Asia Cup 2021
Jelang FIBA Asia Cup 2021, Ini Fokus Panpel (dok PERBASI)
Jakarta -

Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2021 bergerak cepat menyusul akan digelarnya kejuaraan bola basket Asia pada Agustus mendatang. Mereka pun menyiapkan sejumlah fokus kerja. Apa saja?

Kejuaraan bola basket Asia itu telah ditetapkan bergulir di Istora Senayan, Jakarta pada 19-27 Agustus. Di ajang itu panitia pelaksana akan memfokuskan penyelenggaraan dengan penerapan protokol kesehatan yang aman.

Hal itu ditekankan Junas Miradiarsyah, Ketua Panitia FIBA Asia Cup 2021, pada rapat pleno perdananya awal pekan ini. Diketahui dalam kepanitiaan lokal FIBA Asia Cup Indonesia 2021, Menpora, Zainuddin Amali didaulat menjadi penasehat.

Sementara di level pimpinan, selain Junas didampingi oleh dua deputi, yakni Francis Wanandi sebagai Deputy Ketua Bidang I yang membawahi bidang operasional, komunikasi, dan marketing-komersial, dan Ratu Tisha sebagai Deputy Event Director II yang mengkoordinasikan bidang administrasi dan keuangan.

"Ada banyak target atas kepercayaan menjadi tuan rumah FIBA Asia Cup 2021 ini. Namun, saya ingin tekankan kepada seluruh panpel agar kita menggelar turnamen yang diikuti 16 negara Asia ini dengan aman dan memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan negara dan FIBA," kata Junas dalam keterangan tertulis yang diterima detikSport, Kamis (22/4/2021).

"Jika kita bisa melakukan itu, tak hanya sukses penyelenggaraan yang bisa diraih, tapi kita juga berhasil mempromosikan kepada dunia bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia berjalan baik," ujarnya.

Junas yang merupakan Direktur Utama Indonesia Basketball League (IBL) berharap lima bidang yang membidani kepanitiaan FIBA Asia Cup Indonesia 202I, yakni administrasi, keuangan, operasional, komunikasi, dan marketing-komersial wajib menyertakan dan memenuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilakukan.

"Misalnya, bidang operasional. Sejak pemain tiba di Bandara, hingga naik bus menuju hotel, lalu saat berlatih, hingga kemudian bertanding, semuanya harus melewati pentahapan protokol kesehatan yang ketat sehingga bagian tersebut terus terpantau dan aman," sebut dia.

"Begitu pula dengan bidang-bidang lainnya. Kita harapkan semua bidang punya panduan prokes yang ketat sehingga turnamen ini bisa berjalan lancar," lanjut Junas.

Junas juga mengutarakan bahwa misi yang diemban panpel FIBA Asia Cup Indonesia 2021 memang jauh lebih menantang karena pandemi COVID-19. Namun, ia optimistis tantangan itu bisa mereka hadapi.

"Kami harus optimistis. Pertama, dukungan total yang diberikan pemerintah. Kedua, pecinta olahraga nasional lagi bergairah lagi setelah hampir dua tahun vakum dari kegiatan olahraga. Dan ketiga, kita harus bangkit dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu dan bisa sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kita pernah membuktikan hal itu," Junas menegaskan.

(mcy/aff)