Bima Perkasa Hadapi Masalah Kompleks Jelang Playoff IBL 2021

Jauh Hari Wawan S - Sport
Senin, 17 Mei 2021 18:00 WIB
Bima Perkasa dalam laga uji coba.
Bima Perkasa menghadapi segudang permasalahan menatap playoff IBL 2021. (Foto: dok.Bima Perkasa)
Jakarta -

Bima Perkasa menghadapi masalah kompleks menjelang Playoff IBL 2021. Terancam ditinggal pemain kunci dan badai cedera yang harus diselesaikan Bima Perkasa

Bima Perkasa diprediksi tak akan sekuat fase reguler di babak Playoff IBL 2021. Kendati Nuke Tri Saputra kembali bergabung dalam tim, Bima Perkasa masih dilanda badai cedera.

Beberapa pilar tim dipastikan absen saat fase playoff. Kapten tim Azzaryan Pradhita juga masih cedera dan menjalani pemulihan.

Akan tetapi, cedera bahu yang diderita Azzaryan Pradhitya sudah mulai membaik. Oleh karena itu top skor sementara tim itu diprediksi siap diturunkan lawan Louvre.

Nuke Tri Saputra juga memberi kabar baik karena kondisi fisiknya sudah seperti semula. Nuke juga sudah tidak sabar menghadapi Louvre bersama Bima Perkasa di babak playoff.

"Selain fisik saya juga sudah siapkan mental karena lama tidak bertanding. Lawan Louvre nanti saya akan kasih semuanya," kata Nuke kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Akan tetapi, tim kebanggaan warga Yogya itu terancam tak lagi diperkuat Isman Thoyib ketika membuka babak playoff menghadapi Louvre Dewa United Surabaya 23 Mei mendatang di Jakarta. Isman disebut enggan memperpanjang kontrak. Sampai Minggu (16/5) kemarin Isman masih kukuh dengan pendiriannya.

Isman menjadi kunci dua kemenangan Bima Perkasa atas Louvre di fase reguler. Bersama Galank Gunawan, Isman Thoyib disiplin menjaga area pertahanan, kerap memenangi duel rebound dari sejumlah pemain Louvre terutama Jamar Johnson, dan kerap menaikkan mental pemain di atas lapangan.

Pelatih Louvre, Andika Saputra, tetap mewaspadai Bima Perkasa. Baginya, kendati todak diperkuat Isman, Bima Perkasa tetaplah tim yang kuat.

"Tapi mereka diperkuat Nuke lagi kan. Jadi kondisi Bima Perkasa yang tanpa Thoyib saya kira tidak membuat mereka lemah. Bagi kami mereka tim kuat dan kami tetap waspada," kata Andika Saputra yang akrab disapa Bedu itu Senin (17/5/2021) siang.

"Masih banyak pemain lain yang berpengalaman. Saya tegaskan mereka masih tim yang kuat," tambah pelatih asal Banjarmasin Kalimantan Selatan itu.

(cas/yna)