Ramai-ramai Dimaz Muharri Vs CLS Knights, Ini Kronologinya

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 14 Jul 2021 20:30 WIB
Pebasket Dimaz Muharri terlibat perselisihan dengan mantan klubnya CLS Knights
Dimaz Muharri sedang terlibat perselisihan dengan eks klubnya CLS Knights (IG @selvdi)

- Pengunduran diri Dimaz diterima oleh CLS Knights dalam sebuah pertemuan langsung di Jakarta.

- Pada 6 Desember 2015, Dimaz dipanggil oleh perwakilan CLS Knights berinisial FR di Surabaya, Dimaz diminta mengembalikan uang kepada CLS Knights dengan rincian:
- Uang kontrak 1 tahun pertama yang sudah dibayarkan senilai Rp 60.000.000.
- Uang gaji sebagai pemain pada 2015 senilai Rp 32.000.000. Angka ini didapatkan dari gaji Dimaz sepanjang 2015. Padahal, gaji tersebut dibayarkan karena Dimaz sudah melakukan kewajibannya sebagai pemain sepanjang 2015. Namun CLS meminta gaji tersebut untuk dikembalikan.
- Sisa uang pinjaman kepada CLS senilai Rp 56.000.000.
- Apabila Dimaz tidak membayarkan total uang senilai Rp 148.000.000 tersebut kepada CLS selambat-lambatnya pada 11 Desember 2015, maka Dimaz akan dikenai bunga senilai 5 persen per bulan.

- Pada 11 Desember 2015, untuk menghindari bunga 5 persen per bulan, Dimaz membayarkan uang kontrak (1 tahun yang sudah dibayarkan), gaji, serta sisa pinjaman yang diminta oleh CLS Knights senilai Rp 148.000.000.

- Setelah mengembalikan semua uang sesuai permintaaan, pada 11 Desember 2015, terjadi hal hal berikut:
- Dimaz diminta CLS menandatangani surat-surat:
- Surat Pemutusan Kontrak Kerja antara Dimaz dengan CLS Knights.
- Tiga Surat pengakuan utang kepada tiga pihak di dalam CLS senilai total masing-masing Rp 92.000.000, Rp 56.000.000, dan Rp 393.600.000.
- Dalam pertemuan 11 Desember tersebut dengan FR, Dimaz mempertanyakan mengenai empat surat (3 surat pengakuan utang dan 1 surat Pemutusan Kontrak Kerja) pengakuan utang tersebut di atas karena Dimaz tidak memiliki utang kepada ketiga pihak tersebut. Tidak ada uang yang mengalir dari ketiga pihak tersebut kepada Dimaz.

- Pihak FR menyebutkan bahwa keempat surat pengakuan utang itu berfungsi untuk mengikat Dimaz untuk tidak bermain di klub lain hingga 2017 (Sesuai dengan masa kontrak terakhir kedua belah pihak yang berlaku pada 2015-2017). Dimaz hanya perlu membayarkan "utang" bila pada masa hingga 2017, dia bermain untuk klub profesional lain. Perlu dicatat, surat pengakuan utang ini bukan karena Dimaz berutang dan tidak ada aliran dana dari ketiga pihak kepada Dimaz sesuai yang dimaksud.

- Karena ingin permasalahan segera selesai dan fokus dengan keluarganya, Dimaz menandatangani keempat surat tersebut.

- Pada 7 Mei 2017, anak pertama Dimaz dan istri lahir dalam kondisi prematur. Dimaz sangat bersyukur dia berada dekat dengan istrinya dalam situasi tersebut sehingga bisa bersama mendampingi sang istri mengambil keputusan kelahiran prematur sang anak. Hingga saat ini, kehidupan Dimaz dan keluarga baik-baik saja.