Giannis Bisa Saja Gabung Tim Super, tapi Bucks Lebih Asyik

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 21 Jul 2021 20:00 WIB
MILWAUKEE, WISCONSIN - JULY 20: Giannis Antetokounmpo #34 of the Milwaukee Bucks celebrates defeating the Phoenix Suns in Game Six to win the 2021 NBA Finals at Fiserv Forum on July 20, 2021 in Milwaukee, Wisconsin. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   Jonathan Daniel/Getty Images/AFP (Photo by JONATHAN DANIEL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Giannis Antetokounmpo menyindir tim-tim besar yang belanjar jor-joran (Getty Images via AFP/JONATHAN DANIEL)
Milwaukee -

Giannis Antetoukounmpo membuktikan kalau tim bintang tak selalu jadi pemenang NBA. Keberhasilan Milwaukee Bucks jadi juara adalah contoh nyata kerja keras juga penting.

Giannis melajukan Bucks tangga juara NBA 2021 usai mengalahkan Phoenix Suns dengan skor 105-98 pada gim kelima final NBA di Fiserv Forum, Rabu (21/7/2021) pagi WIB. Bucks menang 4-2 dalam sistem best of seven.

Ini sekaligus memberikan gelar juara NBA kedua untuk Bucks setelah terakhir pada 1971 bersama Kareem Abdul-Jabbar. Makin lengkap karena Bucks mempatkan Giannis sebagai MVP final karena tampil luar biasa selama enam gim.

Terutama di gim penentuan ini ketika Giannis membuat 50 poin dan 10 rebound untuk menghancurkan harapan Suns. Suns padahal adalah tim kedua dengan rekor terbaik di musim reguler NBA, di bawah Utah Jazz.

Tapi, Bucks membuktikan kalau anggapan soal tim unggulan pasti juara tidak tepat. Apalagi, sejak pembelian jor-joran oleh Brooklyn Nets yang menggaet Kevin Durant dan James Harden dalam dua tahun ini juga gagal karena cuma sampai semifinal Wilayah Timur.

Sementara, tim bintang lainnya seperti LA Clippers yang menyatukan Paul George dan Kawhi Leonard juga gagal. Utah Jazz dan Denver Nuggets yang digadang-gadang bisa jadi juara juga melempem sebelum ke final.

Juara bertahan LA Lakers juga gagal tampil bagus karena LeBron James dan Anthony Davis cedera. Buat Giannis, gelar ini seperti mematahkan anggapan tim super sudah pasti bakal jadi juara NBA.

Apalagi Giannis mengaku sudah menolak banyak tawaran untuk gabung tim yang punya rooster lebih bagus, ketimbang Bucks. Tapi, Giannis memilih bertahan di tim yang diperkuatnya sejak 2013 itu.

"Saya bisa saja pergi ke tim super... tapi ini adalah cara tersulit untuk memenanginya dan saya berhasil kok," ujar Giannis Antetokounmpo seperti dikutip Sport Rush.

(mrp/cas)