Kisah Shaquille O'Neal yang Ogah Wariskan Harta pada Anak-anaknya

Adhi Prasetya - Sport
Selasa, 02 Nov 2021 19:15 WIB
Shaquille ONeal smiles during the official dedication of the Shaq Courts at Doolittle, two renovated basketball courts at the Doolittle Complex, in Las Vegas, Saturday, Oct. 23, 2021. The Shaquille ONeal Foundation and partner Icy Hot donated $200,000 for the renovation. (Steve Marcus/Las Vegas Sun via AP)
Shaq saat menghadiri sebuah acara di Las Vegas pada akhir Oktober lalu. Foto: AP/Steve Marcus
Jakarta -

Shaquille O'Neal berbicara soal kekayaannya. Mantan bintang basket NBA itu mengaku ogah mewarisi harta yang ia miliki kepada anak-anaknya.

Shaq malang melintang di NBA pada 1992-2011. Ia pernah empat kali menjadi juara. Tiga cincin juara diraihnya secara beruntun bersama LA Lakers pada 2000-2002. Satu cincin juara lagi diraihnya bersama Miami Heat pada 2006.

Shaq juga berprestasi bersama Timnas Amerika Serikat. Ia berhasil merebut medali emas Olimpiade Atlanta 1996 dan juga FIBA World Cup 1994. Sederet penghargaan individu pun diraih olehnya, salah satunya 15 kali terpilih menjadi NBA All-Star.

Sebagai pebasket yang berjaya di masanya, bayaran Shaq pun tinggi. Menurut laporan Basketball News, ia pernah menjadi pemain NBA dengan gaji termahal di musim 1999/2000, 20004/05, dan 2005/06. Selama kariernya, ada 9 musim di mana ia setidaknya menerima 20 juta dolar per tahun.

Tak cuma itu, Shaq juga dikenal pandai mengelola finansial. Setelah pensiun, ia masih bisa meraup banyak uang, mulai dari berbagai endorsement dari merk-merk ternama, berinvestasi, hingga bekerja sebagai analis basket. FOXBusiness menulis nilai kekayaannya tak kurang dari 400 juta Dolar.

Meski begitu, ia enggan mewarisi harta sebanyak itu kepada enam anaknya. Ia meminta anaknya bekerja keras untuk meraih kekayaan mereka sendiri.

"Anak-anak saya sudah besar sekarang. Mereka agak kesal dengan saya. Bukan yang benar-benar kesal, tapi mereka tak paham. Saya selalu bilang ke mereka, yang kaya itu saya, bukan kami," ujar Shaq kepada NY Post baru-baru ini.

"Kalian harus mendapat gelar sarjana atau magister. Jika kalian ingin saya berinvestasi di perusahaan yang kalian dirikan, maka mereka harus mempresentasikan pada saya, boom, boom, boom, perlihatkan pada saya. Saya beritahu, saya tak akan memberi kalian apapun."

Shaquille O'Neal #34, Center for the Los Angeles Lakers prepares to shoot a free throw during the NBA Pacific Division basketball game against the Sacramento Kings on 12th March 2000 at the STAPLES Center arena in Los Angeles, California, United States. The Lakers won the game 109 - 106.  (Photo by Robert Laberge/Getty Images)Shaq pada tahun 2000, semasa masih bermain di NBA bersama Lakers. Foto: Getty Images/Robert Laberge

"Hanya ada satu aturan, yakni pendidikan. Saya tak peduli apakah kamu bermain basket. Saya tak peduli soal itu."

"Saya punya enam anak. Saya ingin ada yang menjadi dokter, memiliki perusahaan pengelola investasi, seorang apoteker, pengacara, seseorang yang memiliki banyak bisnis, seseorang yang bisa mengambil alih bisnis saya. Tapi saya tegaskan ke mereka, saya tak akan menyerahkannya pada mereka. Kalian harus berusaha memperolehnya," jelas Shaq soal cara ia mendidik anak-anaknya.

Tonton juga Video: Pangeran Philip Wariskan Ini untuk Salah Satu Cucunya

[Gambas:Video 20detik]




(adp/nds)