Kualifikasi FIBA World Cup 2023: Indonesia Dua Kali Dilibas Lebanon

Mercy Raya - Sport
Selasa, 30 Nov 2021 11:50 WIB
Timnas Basket
Kualifikasi FIBA World Cup 2023: Indonesia Dua Kali Dilibas Lebanon (Foto: dok Perbasi)
Jakarta -

Indonesia menelan dua kekalahan melawan Lebanon di windows pertama kualifikasi FIBA World Cup 2023. Meskipun begitu, mereka dinilai sudah maksimal.

Bertanding di Zouk Mikael Arena, Lebanon, pada Senin (29/11/3021), Timnas basket Indonesia kembali mengalami kekalahan. Sempat bermain apik dengan mengimbangi perolehan poin di dua kuarter awal, Andakara Prastawa dkk harus menutup game ini dengan kedudukan 64-110. Pada laga pertama mereka juga kalah 38-96 dari Lebanon.

Perbedaan kualitas, pengalaman, dan ukuran pemain membuat Indonesia Patriots harus menerima kenyataan. Belum lagi, Lester Posper yang harus terparkir karena positif COVID-19 di menit akhir jelang pertandingan.

Timnas Basket(Foto: dok Perbasi)

Padahal, saat tes terakhir yang dilakukan manajemen timnas elite Indonesia sehari sebelum pertandingan, Prosper dinyatakan negatif. Situasi ini mengulang pada pertemuan pertama lalu. Saat itu, Prosper yang jalani tiga kali tes usap dinyatakan negatif. Namun ketika panitia melakukan tes usap jelang pertandingan menyatakan Prosper positif dan terpaksa harus menjalani karantina.

Prosper yang menghadapi kenyataan itu sempat dibuat bingung. Melalui akun pribadi instagram-nya, dia menyatakan sehat dan tidak tahu apa yang sedang terjadi sehingga kehilangan kesempatan membela panji Indonesia. Tapi dia pantang menyerah dan akan terus bekerja keras untuk Indonesia.

"Saya sangat sedih dan marah dengan kondisi ini," tulis Prosper.

Pelatih Timnas basket Indonesia Rajko Toroman mengakui keunggulan lawan. Dalam kesempatan sama, ia juga mengapresiasi kerja keras timnya di laga kedua kali ini.

Ia menilai secara poin dan permainan tim ada peningkatan dari pertemuan pertama tiga hari lalu. Dari semangat juang juga lebih meledak, hanya memang absennya Lester Prosper kembali menjadi masalah tersendiri bagi Indonesia. Permainan Merah Putih kesulitan menutup gerak pemain dengan ukuran besar milik Lebanon.

"Selamat untuk Lebanon. Mereka lebih baik dari kami. Kami melakukan penyesuaian diri di lapangan tapi mereka memang lebih kuat dan berpengalaman," kata Rajko dalam rilis Perbasi.

Timnas Basket( Foto: dok Perbasi)

Sementara itu, pebasket Timnas Vincent Rivaldy Kosasih mengatakan ia dan timnya telah berjuang secara maksimal, tapi semua menjadi berubah karena kehilangan kesempatan dan momentum di babak berikutnya. Dia juga menyadari absennya Arki Dikania Wisnu dan Lester Prosper turut memengaruhi perfoma timnya.

Dalam pertandingan semalam, Timnas memang langsung menggebrak di kuarter pertama. Jawato membuka poin Indonesia dengan tembakan three point. Ditambah dengan dua angka dari Vincent membuat Indonesia unggul 5-4 di menit awal kuarter pertama. Setelah itu Indonesia terus berusaha produksi poin sehingga kuarter awal ini ditutup dengan kedudukan 21-29 untuk Lebanon.

Memasuki kuarter kedua, perlawanan Indonesia semakin sengit. Andhakara Prastawa dkk mampu menabung 26 poin sementara Lebanon 25 angka. Namun ketika memasuki kuarter ketiga, Lebanon ngegas terus sehingga mereka menambah 32 angka sedangkan produksi poin Indonesia delapan.

Di kuarter akhir, Lebanon semakin mendominasi dengan menambah 24 poin dan Indonesia hanya berhasil produksi sembilan angka. Sehingga pertandingan ini harus disudahi untuk kemenangan Lebanon dengan skor 110-64.

Brandon Jawato menjadi pendulang poin terbanyak Indonesia dengan sumbangan 20 angka dan 6 rebounds juga dua assist. Kemudian dari kubu Lebanon, Ater Majok keluar sebagai pemain dengan penampilan terbaik usai menyumbang poin terbanyak dengan 18 poin dan 11 rebounds.

Setelah menghadapi Lebanon, Indonesia yang tergabung di dalam Grup C akan menghadapi Arab Saudi pada 24 Februari 2022 dan berjumpa Yordania pada tiga hari berikutnya.

(mcy/aff)