IBL Juga Tunda Seri III Yogyakarta

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 05 Feb 2022 15:10 WIB
Pebasket Amartha Hangtuah Jakarta Stevan Wilfredo Neno (kedua kiri), Anton Davon Waters Sr (kiri) dan Fisyaiful Amir (ketiga kiri) merebut bola dibayangi pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Juan Laurent Kokodiputra (kedua kanan) dan M Rizal Falconi (kanan) saat pertandingan Seri 2 Bandung Indonesian Basketball League (IBL) 2022 di Gor C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Senin (31/1/2022). Satria Muda Pertamina Jakarta mengalahkan Amartha Hangtuah Jakarta dengan skor 85-67. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.
Ilustrasi IBL (ANTARA FOTO)
Jakarta -

Setelah menyetop sementara pertandingan seri II Bandung. Manajemen Indonesia Basketball League (IBL) juga memutuskan untuk menunda seri III Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Indonesia Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah, usai melakukan diskusi bersama klub peserta.

Ia mengatakan, semula seri Yogyakarta akan dimajukan jadwalnya dan disatukan dengan seri Bandung, yang sudah lebih dulu pertandingannya ditunda karena kasus COVID-19 yang meningkat.

Namun, opsi itu kemudian dibatalkan. Seri Yogyakarta juga diputuskan ditunda sampai awal Maret hingga IBL mendapat lokasi baru dengan menerapkan format bubble penuh.

Sebagai informasi, seri pertandingan Yogyakarta seharusnya dimulai 10 sampai 16 Februari ini. "Yang di Yogyakarta seharusnya mulai pekan depan ini, tapi kami putuskan juga ditunda," kata Junas kepada detikSport, Sabtu (5/2/2022).

"Jadi istilahnya kami reset dulu. Sebab, saat kami merencanakan plan tersebut (waktunya dimajukan) situasinya peningkatan kasus virus Omicron tak seperti sekarang ini," lanjutnya.

"Selain itu, supaya kami ada waktu juga bicara dengan para klub untuk menentukan formula penyelenggaraan ke depannya. Mumpung ini masih awal musim. Kan baru seri dua dari 6 seri yang direncanakan. Kemudian baru playoff dan final," ujarnya.

Seperti diketahui, setelah seri pertama di Jakarta berjalan lancar, seri kedua di Bandung yang seharusnya digelar 29 Januari-5 Februari justru diputuskan disetop sementara. Sejumlah pemain dan wasit dinyatakan terpapar COVID-19.

"Karena kami lihat ini situasinya agak berbeda dengan sebelumnya. Sama seperti di luar, peningkatan (kasus COVID-19) begitu pesatnya, rumah sakit penuh, testing tak secepat biasanya. Makanya kami ambil langkah untuk setop," katanya.

"Khawatirnya kalau ada apa-apa, kondisi di luar tak bisa kami tebak, kalau kami butuh rumah sakit, meskipun kami sudah siapkan tempat isolasi, kemudian testing butuh waktu. Jadi kami putuskan tunda untuk sisa pertandingan di Bandung."

Junas mengatakan kemungkinan awal Maret sudah bisa digelar kembali pertandingan-pertandingan yang tersisa dengan formula penyelenggaraan yang baru. "Dan saat ini sistem bubble terpusat memang yang sekarang masih menjadi opsi," tuturnya.

(mcy/aff)