ADVERTISEMENT

Panpel FIBA Asia Cup Sediakan Tiket untuk Pembelian di Istora

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 09 Jul 2022 19:02 WIB
SALT LAKE CITY, UT - OCTOBER 2: General view of a NBA referee holding a game ball at Vivint Smart Home Arena on October 2, 2017 in Salt Lake City, Utah. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. (Photo by Gene Sweeney Jr./Getty Images) *** Local Caption ***
Ilustrasi (Foto: Gene Sweeney Jr./Getty Images)
Jakarta -

Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2022 akhirnya memutuskan untuk menjual tiket secara offline di Istora Gelora Bung Karno (GBK). Cara ini dilakukan untuk meningkatkan potensi penjualan.

Demikian disampaikan Marketing Director FIBA Asia Cup 2022, Stephen Walangitang, dalam temu wartawan terkait kesiapan turnamen yang bergulir mulai 12-24 Juli, di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (9/7/2022).

Dalam penjelasan Stephen, tiket FIBA Asia Cup 2022 sejatinya sudah terjual di atas 50 persen, khususnya untuk game-game yang dimainkan Timnas Indonesia. Namun, untuk menggencarkan penjualan, Panpel pun menerapkan opsi lain dengan membuka penjualan di lokasi Istora.

"Mengenai tiket FIBA Asia Cup ini kami sudah jual cukup lama tapi untuk penonton Indonesia lumayan last minute. So far pertumbuhan dari tiket sales itu lumayan besar. Angka persisnya saya belum dapat tapi yang pasti di atas 50 persen, dan kami masih menggunakan kapasitas 70 persen kapasitas tempat duduk (Istora)," kata Stephen.

"Kami sedang melihat pertumbuhan satu-dua hari ini terutama dengan tur trofi berjalan lima hari kemarin itu memang meningkat lebih cepat. Bahkan, mulai dari kemarin per tanggal 8 Juli, kami membuka penjualan tiket box di Istora dan harga dan paket penjualan sama seperti di online," dia menjelaskan.

Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2022Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2022 (Mercy Raya/detikSport)

Ketua Panitia Pelaksana FIBA Asia Cup 2022 Junas Miradiarsyah sendiri sebelumnya sempat menegaskan bahwa penjualan hanya dilayani jika dilakukan secara online. Namun, aturan itu kini berubah tiga hari jelang pelaksanaan kompetisi bola basket tertinggi di Asia tersebut. Stephen menjelaskan alasan di balik perubahan aturan tersebut.

"Ya, kami ingin meningkatkan supaya lebih cepat proses lakunya (tiket) dan ternyata dari tren yang kami lihat di penjualan online itu, bukan tidak bisa kami ukur ya, tapi dengan diskusi dari beberapa pihak yang ahli di (penjualan) tiket, penjualan offline juga cukup efektif," kata Stephen.

"Akhirnya, kami coba. Selain itu, tiket platform-nya sendiri juga kerja sama dengan FIBA sendiri, makanya websitenya dari mitra dari sana. Jadi kami perlu antisipasi dengan penjualan lain, yaitu ticket box," lanjutnya.

Menyoal masalah calo, Stephen mengatakan, hal itu juga masuk dalam hal yang dipikirkan oleh pihaknya. Masing-masing identitas boleh membeli maksimal 4 tiket.

"Kami tetap menggunakan pembelian dengan ID masing-masing. Nah, itu yang akan dicek. So far kontrolnya di sana dan GBK juga mulai menertibkan hal-hal seputar calo. Jadi saya rasa itu mulai terkendali," kata Stephen.

Panpel sendiri secara resmi membuka penjualan tiket dengan harga bervariasi. Dari mulai harga terendah Rp 230 ribu untuk kategori General Admission (fase grup-semifinal) hingga tertinggi Rp 575.000 (final). Sedangkan untuk Kategori 1, harga fase grup dan semifinal Rp 460 ribu hingga Rp 1.150.000 di final.

Stephen menyebut, bila saat ini laga Timnas Indonesia paling diminati para penonton basket, kendati babak semifinal dan final juga memiliki antusiasme yang juga tinggi. "Total salesnya di final itu di atas 50 persen. Game favorit lainnya Australia, China, Filipina, Jepang, Korea juga lumayan," kata Stephen.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT