ADVERTISEMENT

Timnas Basket Indonesia Kalah dari China, Beda Standar Basketnya

Mercy Raya - Sport
Senin, 18 Jul 2022 20:45 WIB
Pebasket Timnas Indonesia Andakara Prastawa (kanan) bersiap memberikan bola saat melawan Timnas Arab Saudi dalam window ketiga Kualifikasi FIBA World Cup 2023 Grup C Zona Asia di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (1/7/2022). Timnas Basket Indonesia dikalahkan Arab Saudi dengan skor 67-69. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Abraham Damar Grahita tak puas dengan hasil Timnas Indonesia di FIBA Asia Cup 2022. Ia menyebut, seharusnya bisa lebih baik.

Tampil di babak playoff perempatfinal kejuaraan bola basket terbesar di Asia, pada Senin (18/7/2022), Marques Bolden dkk harus menelan kekalahan 58-108 dari China.

Torehan itu pun membuat Indonesia tersingkir di FIBA Asia Cup sekaligus gagal main di FIBA World Cup 2023. Mengomentari pertandingan tersebut, Abraham mengakui lawan tampil sangat baik.

"China sangat siap untuk game hari ini. Mereka benar-benar datang untuk menang. Sedangkan kami... dari awal seharusnya startnya lebih strong dan agresif sejak awal," kata Abraham ketika ditemui di Mixzone.

China memang tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim yang diarsiteki Feng Du ini langsung tancap gas dan unggul 29-11 sejak kuarter pertama.

Tim Negeri Tirai Bambu terus menjaga keunggulannya hingga akhir kuarter ketiga. Mereka berada di atas angin sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan perolehan angka 77-44, dan skor pertandingan berakhir 108-58. Kemenangan untuk China.

Meskipun begitu, pemain berposisi shooting guard itu mengatakan ada pelajaran penting yang diambil dari pertandingan melawan China hari ini di Istora Gelora Bung Karno (GBK). Pelajaran soal standar basket di Tanah Air secara keseluruhan.

"Mungkin bukan level secara Timnas (pelajaran penting) tapi lebih ke secara keseluruhan," ujar Abraham.

"Karena ini bukan cuma tentang standar Timnas saja, tapi juga standar basketnya secara keseluruhan," tambahnya.

Laga melawan China sendiri merupakan pertandingan hidup dan mati bagi Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia wajib menang jika ingin main di FIBA World Cup 2023 dengan lolos 8 besar Asia.

Namun, hasilnya justru gagal. Soal itu, Abraham mengaku tak merasakan tekanan untuk lolos. "Bagi saya pribadi enggak ada (tekanan harus lolos Piala Dunia) cuma ada beberapa teman ada yang merasa. Tapi ya, siapa yang menyangka kita bisa berada (sampai) di sini," kata Abraham.

"Tapi buat saya pribadi masih bisa lebih baik," sebutnya soal puas tidaknya dengan pertandingan melawan China.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT