Miami Heat Juara NBA

Miami Heat Juara NBA

- Sport
Rabu, 21 Jun 2006 12:01 WIB
Miami Heat Juara NBA
Dallas - Miami Heat akhirnya mengukuhkan dirinya sebagai juara NBA 2006. Heat mengakhiri perlawanan sesama debutan di Final NBA, Dallas Mavericks 4-2. Heat mengulangi prestasi yang dicatatkan Milwaukee Bucks tahun 1971. Ketika itu Bucks menang pada debutnya di partai final setelah mengalahkan Baltimore Bullets 4-0. Sementara untuk pelatih Pat Riley dan beberapa pemain Heat keberhasilan ini menjadi catatan prestasi tersendiri. Riley menjadi pelatih pertama di NBA yang berhasil mengantar dua tim yang berbeda menjadi juara pada tahun pertama melatih. Sebelum bersama Heat, Riley melakukannya bersama Los Angeles Lakers tahun 1982.Center Heat, Shaquille O'Neal meraih cincin juara keempat setelah tiga sebelumnya diraih bersama Lakers. Sebaliknya center cadangan Heat, Alonzo Mourning dan guard Gary Payton meraih cincin juara pertamanya setelah malang-melintang belasan tahun di NBA. Ketat sejak awalBertanding di American Airlines Center, Dallas, Rabu (21/6/2006) WIB, tidak membuat Shaq cs grogi. Sapu bersih di kandangnya, yang membuat Heat unggul 3-2 setelah tertinggal 0-2, menjadi pemicu semangat yang ditunjukkan skuad Pat Riley sejak awal pertandingan. Tertinggal 23-30 di akhir kuarter pertama, Heat berbalik unggul 49-48 memasuki jeda. Namun Mavs, yang pada tiga game sebelumnya selalu kalah tipis, sempat memberikan perlawanan berarti di kuarter ketiga. Tapi di akhir kuarter ketertinggalan mereka justru melebar menjadi tiga angka (71-68).Di kuarter keempat pertarungan semakin sengit. Mavs berhasil menyamakan kedudukan di angka 79-79 melalui lemparan bebas Josh Howard, namun dengan cepat dilampaui lagi oleh Udonis Haslem. Haslem, bersama Dwyane Wade, menjadi penampil paling baik di kuarter ini. Haslem kembali menyumbang dua angka penting saat Jerry Stackhouse berhasil memperkecil ketinggalan timnya menjadi 88-89 lewat lemparan tiga angka. Sementara Wade, yang di tiga game sebelumnya selalu tampil sebagai top skor, kembali menunjukkan kepahlawanannya. Pemain berposisi guard ini menyumbang empat angka terakhir yang dibukukan Heat. Skor 95-92 mengakhiri perlawanan Mavs, yang harus menerima keperkasaan Heat dengan skor akhir 4-2. "Dallas Mavericks telah menunjukkan kehebatan mereka sepanjang tahun tapi sekarang adalah giliran kami," ucap pelatih Pat Riley saat penganugerahan piala. "Miami tunggu saya beberapa jam lagi, sekarang nikmatilah kemenangan ini," seru eks pelatih Lakers dan New York Knicks ini. "Saya sudah tahu kami akan menang," ujar Shaq. "Pelatih Riley pada 8 Juni mengatakan kami akan juara pada 20 Juni (hari ini di Dallas-red)," tambahnya. Pada pertandingan itu Wade kembali tampil sebagai top skor dengan torehan 36 angka plus 10 rebound. Untuk kontribusinya sepanjang final pebasket 23 tahun ini diganjar penghargaan "Most Valuable Player" final. Shaq, pada pertandingan ini, mengemas 9 angka namun menyumbang 12 rebound. Haslem mengakhiri pertandingan dengan sumbangan 17 angka plus 10 rebound, sementara Antoine Walker menyumbang 14 angka plus 11 rebound. Sementara dari kubu Mavs, Dirk Nowitzki kembali menjadi penampil terbaik. Pebasket asal Jerman ini mencatat 29 angka plus 15 rebound. Jerry Stackhouse dan Mark Daniels sama-sama menyumbang 12 angka, sementara Josh Howard menyumbang 14 angka. Foto: Pat Riley membuat rekor saat mengantar Miami Heat menjadi juara NBA (Heat) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads