Turnamen Basket ABL Kembali Digelar, Louvre Jadi Wakil Indonesia

ADVERTISEMENT

Turnamen Basket ABL Kembali Digelar, Louvre Jadi Wakil Indonesia

Muhammad Robbani - Sport
Selasa, 03 Jan 2023 04:25 WIB
Jersey kedua Louvre Indonesia edisi ulang tahun
Louvre wakili Indonesia di ABL 2023. (Foto: dok. Louvre Indonesia)
Jakarta -

Turnamen bola basket antarklub Asia Tenggara plus Asia Timur, ASEAN Basketball League (ABL) 2023, akan kembali bergulir. Kali ini Indonesia diwakili Louvre.

Gelaran ini akan diputar lagi setelah rehat selama hampir dua setengah tahun. Edisi 2019/2020 sedianya menjadi yang terakhir kali dihelat sebelum rehat karena situasi pandemi COVID-19, tapi berhenti di tengah jalan.

Dengan begitu 2018/2019 menjadi edisi terakhir yang digelar secara penuh. Saat itu wakil Indonesia CLS Knights Indonesia yang keluar sebagai juaranya.

Pelatih CLS saat juara ABL Brian Rowson dipastikan akan menangani Louvre untuk menangani tim. Beberapa asisten dari luar negeri juga bakal dipakai membantu Rowson di Louvre.

ABL edisi kali ini bertajuk Invitational dengan Singapura akan menjadi tuan rumah, mulai 2 Januari 2023. Total ada delapan peserta dari delapan negara berbeda yang ikut serta.

Selain Louvre, peserta lainnya adalah Cooly Bangkok Tigers (Thailand), Hong Kong Eastern, Macau Black Bears, NS Matrix (Malaysia), Saigon Heat (Vietnam), Singapore Slingers (Singapura) dan Zamboanga Valientes (Filipina).

Rencananya bakal ada empat seri sebelum babak semifinal dan final. Sementara lokasi babak puncak masih belum diumumkan. Indonesia juga kebagian menggelar ABL 2023 yakni di Hi-Test Arena pada 12 sampai 18 Januari 2023.

Adapun mengenai regulasi pemain, setiap tim peserta diperbolehkan memakai tiga pemain asing dengan satu pemain keturunan atau heritage. Louvre awalnya berniat memakai Jamarr Andre Johnson sebagai pemain heritage. Sayangnya tim-tim peserta menolak.

Namun demikian Louvre tetap akan menggunakan jasa Jamarr. Tapi karena penolakan dari peserta lain, Jamarr akan berstatus sebagai pemain asing.

Di Louvre, Jamarr akan didampingi dua pemain asing lainnya yakni Marcus Hammonds dan Alioune Tew. Sedangkan untuk pemain keturunan, Louvre bakal memakai mantan pemain Aspac Ebrahim Enguio Lopez atau yang dikenal dengan Biboy.

"Senang bisa bermain basket lagi. Saya sangat berterimakasih kepada Louvre sehingga kini saya bisa bermain di ABL, ini seperti pulang ke rumah," kata Jammarr dalam jumpa pers virtual, Senin (2/1/2023).

Bicara perburuan pemain, Louvre dikejar waktu untuk ajang ABL ini. Mereka baru bisa mencari pemain sejak September 2022, lantaran FIBA sempat berniat membuat kompetisi antar klub lintas negara di Asia.

"Persiapan agak last minute ya. Mudah-mudahan Louvre akan bisa lolos play-off," tutur bos Louvre Erick Herlangga.

Untuk pemain lokal Louvre sudah mengamankan beberapa nama. Satu pemain yang sudah pasti bergabung adalah Yerikho Tuasela, sementara roster lengkap masih belum diumumkan.

Soal Yerikho ini cukup disorot karena pernah disanksi seumur hidup oleh liga basket Indonesia (IBL) lantaran terlibat pengaturan skor. Namun sanksi untuk di luar IBL hanya berlaku satu tahun sehingga Yerikho bisa memperkuat Louvre di ABL.

"Kami ingin memberikan kesempatan kedua kepada Yerikho Tuasela. Manusia kan tidak pernah luput dari kesalahan. Tuhan saja memaafkan, apalagi saya," tutur Erick lagi.

Jual tiket nonton online pay-per-view

Sementara itu, terobosan baru juga dibuat Erick. Louvre menerapkan sistem pay per view untuk pertandingan mereka di ABL 2023.

Pecinta basket yang ingin menyaksikan aksi Jamarr dan kolega harus membayar Rp 10 ribu per hari untuk bisa menonton live streaming di tiket.com. Diharapkan sistem ini bisa berkontribusi terhadap pemasukan tim.

"Kami menjadi tim ABL pertama yang membuat terobosan memakai Pay-per-view. Saya yakin di masa depan industri basket akan seperti ini. Pemasukkan dari fans penting bagi tim," tutur Erick.



Simak Video "Takut Virus Corona, Museum Louvre Paris Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT