Kata 2 Tim Perkasa IBL soal Bertambahnya Jumlah Gim Tahun Depan

ADVERTISEMENT

Kata 2 Tim Perkasa IBL soal Bertambahnya Jumlah Gim Tahun Depan

Mercy Raya - Sport
Kamis, 15 Des 2022 16:30 WIB
Final IBL
Foto ilustrasi IBL: Dok. IBL-Ariya
Jakarta -

Jumlah pertandingan Indonesia Basketball League (IBL) 2023 dipastikan bertambah. Dua tim perkasa di liga, Satria Muda dan Pelita Jaya, membahas hal itu.

IBL musim depan akan dimulai 14 Januari 2023 dengan Denpasar, Bali menjadi kota seri pertama. Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini pun diprediksi lebih seru dan kompetitif karena IBL tak lagi menerapkan sistem divisi.

Selain itu, babak playoff IBL akan menggunakan format kandang-tandang di kota masing-masing tim. Menanggapi perubahan itu, Pelita Jaya dan Satria Muda sangat antusias.

"Antusias ya karena hal baru. Bakal jadi kemajuan yang bagus untuk Indonesia, home away karena belum pernah juga kan. Jadi bakal seru. Enggak sabar untuk main di IBL 2023," kata pemain Pelita Jaya, Andakara Prastawa, ketika ditemui di kawasan FX Sudirman.

Point Guard berusia 30 tahun ini mengatakan perubahan format liga pada IBL 2023 membuat dia dan seluruh pemain di tim harus melakukan penyesuaian terutama recovery fisik. Apalagi, jumlah pertandingan kini ada 240 gim di musim reguler, dengan masing-masing tim akan bermain dalam 30 game.

"Tentu badan lebih lelah karena game lebih panjang. Jadi harus pintar mengatasi itu. Tapi saya pribadi melihatnya lebih ke excited karena banyak game tentu tambah seru. Ya, tapi harus pintar mengatur recoverynya dan pasti itu diatur juga oleh coaching staff Dan yang penting kami pemain harus siap," ujarnya.

Selain recovery, Prastawa menyebut pemain muda harus bisa lebih improve lagi karena liga musim depan kembali menggunakan pemain asing.

"Potensi pemain muda Pelita Jaya sudah ada tapi tak boleh cepat puas. Makanya, itu peran saya juga untuk lebih membimbing mereka, meskipun tak menutup kemungkinan mereka bisa lebih dari saja juga. Yang pasti bawa Pelita Jaya juara dulu, fokusnya musim 2023."

Kalau dari Indonesia Cup kan kita buktikan juara dengan pemain lokal saja. Nah sekarang ada pemain asing, itu faktor X yang bisa membantu kita lebih kuat, tapi bisa membuat tim lain dengan pemain asingnya lebih kuat juga. Jadi itu yang harus diperhatikan," tutur Prastawa.

Tak berbeda dengan Pelita Jaya, Satria Muda yang merupakan juara IBL 2022 juga merasakan hal serupa. Melalui pelatihnya, Youble Sondakh, Satria Muda mengungkapkan tantangan perubahan format kompetisi IBL 2023.

"Pasti ada (penyesuaian) karena berubah (format). Tahun ini musim lebih panjang 8 bulan. Seminggu tanding, seminggu istirahat, memang bakal berubah. Kami nggak punya waktu banyak di season untuk latihan pasti," kata Youbel.

"Traveling cuma waktu 2 hari untuk gim nextnya. Jadi kebugaran dan strategi enggak bisa banyak yang macam-macam karena waktu latihannya pasti bakal kurang."

"Untuk antisipasi ada video saat tim breafing di kelas. Jadi enggak melulu di lapangan basket. Pasti ada buat recovery. Beruntung di Staria Muda ada 12 pemain sehingga rotasinya lebih mudah. Selain itu, kami memiliki pemain asing yang datang ke sini sudah siap main," kata Youbel.

Simak juga Video: Momen Gading Marten Bertemu Gibran di Solo Jelang IBL 2022

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT