Final Four IBL 2006
Aspac vs Garuda Panasia 1-1
Senin, 28 Agu 2006 21:59 WIB
Surabaya - Aspac Putra Riau berhasil menyamakan kedudukan atas Garuda Panasia setelah merebut game kedua pada final four hari kedua di GOR Kertajaya, Surabaya, Senin (28/8/2006). Kemenangan 87-76 atas Panasia menebus kekalahan 65-77 yang diderita Riko Hantono cs kemarin. Hasil imbang tersebut membuat pertemuan kedua tim pun harus memainkan game ketiga. Game yang akan digelar hari Rabu (30/8/2006) di tempat yang sama akan menentukan tim yang berhak melaju ke Championship Games. Di GOR Kertajaya, Surabaya, Senin (28/8/2006), kedua tim memperlihatkan permainan keras dan cepat sejak awal kuarter pertama. Aspac yang tampil dengan starter Andy 'Batam' Poedjakesuma, Riko Hantono, Mario Wuysang, Hari Suharsono dan Romy Chandra berhasil membuat para pemain Panasia yang dimotori Nico Donda, Indra 'Bagong' Budianto, Cokorda 'Wiwin' Raka, Agustinus 'Aguy' Sigar dan Andre Tiara sedikit keteteran dan harus tertinggal dengan skor 30-19. Walaupun tertinggal di kuarter pertama, Aguy dan kawan-kawan tampaknya tidak memperlihatkan perlawanan yang kendur dan justru lebih bersemangat, terlebih karena ingin mengulang kemenangan yang diraih kemarin. Di kuarter kedua ini, Panasia berhasil mengumpulkan poin yang lebih banyak dari Aspac dengan 26 poin sementara Aspac hanya 18 poin saja dan memperkecil kekalahan menjadi 45-48.Aspac yang sempat kecolongan di kuarter kedua, tampaknya tak mau tinggal diam saja. Dengan berbagai formasi yang dipakai oleh pelatih Tjetjep Firmansyah ini, tim Aspac mencoba meredam serangan Garuda Panasia dan mematikan shooter andalan Panasia, Aguy dan Firman sehingga anak asuh David Zamar ini seperti tak berkutik. Dengan mencetak 20 poin, Aspac menutup kuarter tiga dengan unggul 8 poin saja 68-60.Puncak dari pertarungan keras kedua tim, terlihat semakin jelas pada kuarter empat. Di menit-menit awal telah terjadi beberapa gesekan antar big man Aspac dan Panasia. Dan bahkan center Aspac, Saut Lombok Johnson di sisa pertandingan 8 menit 5 detik terkena foul out ketika menjaga center Panasia, Wiwin. Pada menit berikutnya, gesekan juga bertambah panas dan mengakibatkan para pemain dari kedua tim terkena foul, seperti para pemain Garuda Panasia, Nico Donda yang terkena foul trouble di sisa 7 menit 2 detik ketika berhadangan dengan Yayan dan Johannis Winar yang juga terkena foul trouble di sisa 6 menit 42 detik. Di saat kedudukan hanya beda 10 angka yaitu 76-66 untuk Aspac, Mario mendapat kesempatan dua kali tembakan bebas yang berhasil dimanfaatkan dengan baik. Berikutnya Yayan pun mendapat kesempatan tembakan bebas yang hanya berhasildimanfaatkan satu kali saja. Di kubu Garuda Panasia, Andre menambah poin bagi timnya sehingga skor kembali beda tipis 79-70. Namun berikutnya para pemain Aspac seperti Yayan dan Hari Suharsono kembali membuat perolehan angka menjadi jauh. Di sisa 1 menit 6 detik, terjadi permainan cantik antara Firman yang memberikan assist ke Andre, yang menambah skor menjadi 84-75, masih unggul Aspac. Andre yang di akhir-akhir kuarter empat menunjukkan permainan menawan, kemudian mendapat kesempatan tembakan bebas setelah Yayan melakukan foul yang mengakibatkannya harus menyusul Johnson. Namun dua tembakan bebas yang diperoleh Andre ini tidak mampu dimanfaatkan untuk mengejar ketinggalan. Dan di detik-detik terakhir justru membuat pemain Aspac dapat menambah poin dengan tembakan bebas yang diperoleh oleh Riko Hantono yang menutup pertarungan keras ini dengan skor 87-76.Hari Suharsono dan Andy 'Batam' Poedjakesuma dari tim Aspac sama-sama berhasil mencetak poin terbesar bagi timnya yaitu 16 poin, sementara Andre Tiara menjadi topskor bagi Garuda Panasia dengan 17 poin dan 8 rebound. (mel/)











































