DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menyambut baik kebijakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi yang mempermudah administrasi atlet asing.
Ditjen Imigrasi membentuk tim khusus untuk memastikan para atlet dan pelaku olahraga internasional mendapat pengalaman yang cepat, ramah, dan profesional sejak pertama kali tiba di pintu masuk Indonesia.
Hal ini disambut gembira oleh Sekjen Perbasi Nirmala Dewi. Perbasi merasa terbantu, terlebih bakal banyak event bola basket internasional dilangsungkan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sudah mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah empat event basket internasional yakni FIBA U-16 Women's Asia Cup 2027, FIBA U-17 Women's World Cup 2028, FIBA U-18 Asia Cup 2028, dan FIBA U-19 World Cup 2029.
"Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton," kata Nirmala dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
"Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket," ujarnya menambahkan.
Kebijakan dari Imigrasi ini tidak hanya berlaku untuk atlet basket, tetapi juga sepakbola, ataupun voli. Para pemain asing banyak menghiasi kompetisi olahraga di tanah air.
Di Indonesian Basket League (IBL) musim 2026, menerapkan kebijakan baru dimana setiap klub boleh mengontrak tiga pemain asing dan memainkannya secara bersamaan di lapangan.
Banjirnya pemain asing ini yang diantisipasi Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Hendarsam Marantoko. Saat menyaksikan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, ia mengungkapkan Imigrasi Indonesia mendukung sepenuhnya kemajuan olahraga tanah air.
Pemain asing di Indonesia akan mendapat kemudahan dalam proses pengurusan administrasi. Untuk memudahkan pelayanan kepada atlet asing yang bertanding atau bermain di Indonesia, Hendarsam bakal membuat terobosan baru.
Akan hadir tim khusus yang mempermudah proses administrasi. Tak hanya olahraga, ada dua bidang lain yang juga mendapat perhatian yakni seni-budaya dan sains.
"Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi," tutur Hendarsam.
"Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk mempermudah proses-proses tersebut," ucapnya.
"Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa," katanya lagi.
Kemudahan yang akan diberikan Ditjen Imigrasi untuk atlet yang main di Indonesia lewat tim khusus ini antara lain mereka tidak lagi perlu antre saat tiba di Bandara, kemudian ada proses pengurusan administrasi yang dipermudah melalui aplikasi.
Konkretnya, akan ada jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya.
"Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan," ucap Hendarsam.
Tahun ini akan ada gelaran MotoGP Mandalika tahun kelima dan yang akan segera digelar pada 18 April mendatang, lalu Clash of Legends yang melibatkan Ronaldo Nazario, Alessandro Del Piero, dan sejumlah legenda sepakbola dunua bakalan unjuk gigi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
(mro/bay)











































