Asaba Indonesia Tampil Lagi di Ajang Basket Veteran ASEAN

Asaba Indonesia Tampil Lagi di Ajang Basket Veteran ASEAN

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 06 Agu 2026 09:33 WIB
Asaba Basketball wakili Indonesia di ASEAN Veteran Basketball Tournament 2026.
Asaba Basketball wakili Indonesia di ASEAN Veteran Basketball Tournament 2026.(Foto: dok.Asaba Indonesia)
Jakarta -

Tim basket veteran putra Asaba Indonesia kembali tampil di ajang Asean Veteran Basketball bulan ini. Asaba bertekad membawa pulang gelar juara.

Ajang ASEAN Veteran Basketball Tournament edisi ke-35 itu digelar di Kuching, Malaysia, 11-15 Agustus. Asaba yang jadi tuan rumah tahun lalu sukses meraih trofi di kelompok umur 50 dan 60 tahun.

Sejumlah mantan pemain Nasional akan berpartisipasi di ajang ini bersama tim Asaba Indonesia, di antaranya Kiki Susilo, I Made Sudiadnyana, Romy Chandra, Ronald Median, Hardono Putri Prayogo, Tatang Kuskanto, Wahyu Gunarto dan juga Johni Henry sebagai pelatih kepala Asaba Indonesia U-60.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Asaba, klub-klub lain yang tampil adalah ZAAP Thailand, Singapore Siglap, Miri Kinsar, Hornbills Kucing, Brunei Linktech 40, KL 51, FCVBA Phillipines, Meteor Pontianak, dan HATYAI Basketball Clubs.

Ajang yang digelar sejak 1992 ini bukan sekadar bersaing di lapangan, tapi juga silahturahmi para mantan pemain di era mereka.

ADVERTISEMENT

"Asaba Indonesia sudah siap bertanding di Kuching, Malaysia nanti. Rencananya kami akan mengirimkan 3 tim, 2 tim untuk kategori umur 50 dan 1 tim untuk U-60 tahun ke atas. Kami hanya absen di tim U-40 dan U-70. Ini bukan sekedar turnamen, tapi ini ajang yang penuh historis bagi para pemain untuk reuni tidak hanya dengan rekan setim, melainkan juga dengan lawan. Di antara mereka yang bertanding di event ini, juga merupakan mantan pemain timnas negaranya masing-masing," ujar pemain Asaba U-60 Hengardy Tan dalam rilis kepada detikSport.

"Kalau untuk para pemain seperti kami, event ini positif sekali yah. Karena selain kita sudah berumur, sangat penting juga para mantan pebasket ini untuk konsisten bermain basket meskipun frekuensinya disesuaikan dengan kondisi fisik kita juga. Artinya lepas pensiun, para mantan pebasket seperti kami disarankan untuk rutin berolahraga jadi tidak vakum terlalu lama," sambungnya.

Menyandang sebagai juara bertahan kategori 50 dan 60, Asaba bertekad untuk bisa mempertahankan gelar juara meskipun dalam event nanti kemungkinan besar tidak diperkuat salah satu pemain kunci mereka di tim U-60, yakni Abdullah Gobel atau akrab disapa Ducko.

"Kami ingin mencoba menjadi juara lagi, baik di tim 50 dan 60. Sayangnya peraih pemain terbaik kami di U-60 tahun lalu Abdullah Gobel masih dalam suasana duka. Namun ia tetap mengirimkan dukungan dan pesannya kepada seluruh tim agar Asaba Indonesia harus bermain sportif dan mengutamakan semangat persaudaraan baik sesama tim dan juga lawan," papar Tan.

Sementara itu, pelatih Asaba Indonesia U-50 Putih, Agustinus Dapas Sigar, bertekad memberikan yang terbaik di ajang ini. Bagi pria yang akrab disapa Aguy itu, melatih para mantan pemain sedikit lebih memudahkan dibandingkan melatih pebasket pemula.

Meskipun biasanya pada ajang tahunan seperti ini mereka tidak sering berlatih bersama, namun Aguy yakin chemistry antar mereka di lapangan akan solid dan terjaga.

"Kalo mantan pemain skill pasti tetap ada, tinggal kondisi persiapan fisiknya saja. Jadi saya tinggal menyatukan kekompakan para pemain di lapangan. Untuk persiapan, karena mereka umumnya juga suka main bersama jadi tinggal mengkombinasikan saja taktik dan bagaimana mereka bermain enjoy di lapangan," kata Aguy.

"Semoga dukungan dan pesan moril yang telah disampaikan dari Pak Ducko kepada kami semua menjadi motivasi agar kami tampil maksimal di lapangan. Jika kita bisa menjadi juara itu bonus saja, yang terpenting semua peserta tidak ada yang cedera dan tuan rumah juga sukses untuk menjadi penyelenggara yang baik," lanjut mantan pemain Satria Muda dan Garuda Bandung itu.



(mrp/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads