IBL Gelar Turnamen Pramusim, Wadahnya Pebasket Lokal

IBL Gelar Turnamen Pramusim, Wadahnya Pebasket Lokal

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 10 Okt 2026 07:40 WIB
Drawing Turnamen All Indonesian 2026
Drawing Turnamen All Indonesian 2026. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar turnamen basket sebelum kompetisi dimulai. Ajang ini menjadi wadahnya para pebasket lokal.

Boleh dibilang tidak semua pemain memiliki kesempatan sama menjadi pilihan utama di ajang IBL, terutama para pemain lokal. Maka dari itu, Turnamen All Indonesian 2026 menjadi momentum bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dalam situasi pertandingan yang kompetitif.

Ajang itu digelar di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai 24 Oktober hingga 1 November. Mengusung tema "Our Game, Our Turn", turnamen ini menghadirkan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk menjadi aktor utama dalam persaingan antarklub IBL

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks pebasket nasional Rizky Effendy mengatakan adanya turnamen ini diharapkan mampu mendorong persaingan yang lebih kompetitif sekaligus memberikan ruang bagi pemain untuk menunjukkan kapasitas terbaiknya.

Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi klub untuk melihat kesiapan para pemain lokal, terutama dalam menghadapi kompetisi IBL musim berikutnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, mantan pebasket nasional Dimas Mahendra memiliki ketertarikan tersendiri terhadap penyelenggaraan All Indonesian tahun ini. Sebagai mantan pemain, dia justru menantikan siapa saja pemain yang mampu tampil mengejutkan dan mencuri perhatian.

"Saya justru penasaran siapa pemain lokal yang akan muncul dan bersinar di All Indonesian tahun ini. Karena ketika kesempatan diberikan, kita bisa melihat siapa yang benar-benar siap mengambil tanggung jawab dan menjadi pemain penting bagi timnya," ujar Dimas dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Pemain yang akrab disapa Mboot ini menilai pemain yang selama ini belum banyak mendapatkan sorotan justru berpotensi menjadi kejutan.

"Biasanya ada pemain yang perannya tidak terlalu besar saat kompetisi reguler. Nah, di turnamen seperti ini mereka punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sebenarnya. Siapa tahu justru muncul nama-nama baru yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan," katanya.

Persaingan di All Indonesian juga menjadi kesempatan bagi para pelatih untuk mengevaluasi kedalaman skuad serta melihat pemain yang siap mendapatkan tanggung jawab lebih besar.

Terlebih, perubahan komposisi pemain di sejumlah klub menjelang musim baru berpotensi menghadirkan dinamika dan persaingan yang menarik.

"Saya berharap setelah All Indonesia nanti, kita tidak hanya membicarakan siapa juaranya, tetapi juga siapa pemain lokal yang tampil luar biasa. Akan sangat bagus kalau turnamen ini melahirkan bintang-bintang baru yang nantinya bisa menjadi andalan klub, bahkan tim nasional," kata Dimas.

All Indonesia 2026 pun telah melakukan undian pada Jumat (9/10). Grup A diisi Bogor Hornbills, Satria Muda, Pacific Caesar, Rans Simba Bogor, dan Rajawali Medan. Sedangkan Grup B berisi Dewa United Banten, Pelita Jaya, Hangtuah, Satya Wacana, dan Kesatria Bengawan Solo.



(mcy/mrp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads