Tampil di final melawan Spanyol di Beijing, Minggu (24/8/2008), dalam laga penuh foul dan sikut-sikutan, AS keluar sebagai pemenang dengan skor 118-107.
Begitu bel panjang berdering, para pemain AS meluapkan kegembiraannya dengan sangat ekspresif di tengah lapangan, di depan sekitar 18 ribu penonton yang meneriakkan kata-kata "USA ... USA ...".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spanyol yang menyandang predikat juara dunia ditinggalkan 14 poin di babak pertama. Tapi mereka mampu bangkit dan menipiskan selisih angkanya. Melalui lemparan tiga angka Rudy Fernandez di delapan menit 13 detik terakhir, selisih itu tinggal dua angka saja.
Tapi AS bereaksi dengan baik. Kobe Bryant dua kali membuat three point yang penting. Setelah melakukan yang kedua, ia menempelkan jari-jarinya ke bibir, memastikan AS memimpin delapan poin dengan waktu tersisa tiga menit 10 detik.
Total bintang LA Lakers itu menorehkan 20 angka, dan aksi-aksinya senantiasa disambut meriah oleh penonton. Satu-satunya tepuk tangan lebih ramai dibanding untuk dirinya adalah ketika juru kamera menyorot David Beckham yang hadir sebagai penonton, dan wajah tampan bintang sepakbola Inggris itu muncul di layar raksasa.
Top skorer AS pada pertandingan ini adalah Dwayne Wade dengan 27 poin. Adapun Spanyol, yang di babak penyisihan grup juga menyerah dari lawan yang sama dengan skor 119-82, memperoleh banyak sumbangkan angka dari Fernandez (22) dan rekan setim Bryant di Lakers, Pau Gasol, yang mencetak 21 angka.
Setelah didemonstrasikan di tahun 1904 dan 1924, cabang bola basket mulai dipertandingkan di pentas Olimpiade sejak 1936. Di kelompok putra, Amerika Serikat memenangi 13 dari 17 edisi. Tiga yang lain direbut Uni Soviet (1972 dan 1988) serta Argentina (2004).
(a2s/a2s)











































