Raikkonen, yang memimpin balapan sejak lap kedua, setelah memanfaatkan kesalahan Hamilton yang melintir di akhir lap pertama, mengalami nasib buruk yang menyesakkan dada buat dia, timnya, dan fansnya.
Di akhir lap 41 Raikkonen mengalami tekanan hebat dari Hamilton. Kedua pembalap sempat bersenggola di tikungan, yang menyebabkan Hamilton melebar. Tapi dari "potong jalan" itu ia berhasil menelikung Raikkonen dan berbalik memimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamilton pun memanfaatkan keadaan tersebut. Raikkonen tampak masih bernafsu dan menggeber terus mobilnya. Tapi ia kembali melintir deras dan kali itu mobilnya terbanting ke pagar pembatas. Tamatlah kiprahnya.
Hamilton pun berhasil melahap satu setengah lap terakhir tanpa tekanan berarti, dan mulus melintasi garis finish. Pembalap McLaren asal Inggris itu pun mengantongi kemenangan kelimanya di musim ini, sekaligus menambah jumlah poinnya menjadi 80 dan tetap memimpin kompetisi.
Sementara itu Raikkonen kembali merajut cerita buruk, setelah di seri sebelumnya juga gagal finish karena kerusakan mesin di GP Eropa. Dengan lima seri tersisa, sangat berat buat "Si Manusia Es" mempertahankan titel juaranya.
Kegagalan di Spa ini juga berarti ia harus mengakhiri rekor tiga kemenangan berturut-turut, sebagaimana ia mencetaknya di tahun 2004, 2005 dan 2007 -- 2006 F1 tidak mampir ke Spa. Ia gagal mengikuti Jim Clark dan Ayrton Senna yang pernah menorehkan rekor fantastis tersebut.
Mengambil keuntungan dari kegagalan Raikkonen adalah Felipe Massa. Pembalap Ferrari itu finish di urutan kedua, sehingga jaraknya dengan Hamilton di klasemen sementara cukup terjaga. Naik podium tiga adalah pembalap BMW-Sauber, Nick Heidfeld.
(a2s/roz)










































