Hamilton langsung naik daun usai melakukan debutnya di F1 musim 2007. Berhasil memenangi empat seri, pembalap McLaren itu langsung jadi runner-up di akhir musim perdananya.
Tahun ini kilap Hamilton belum luntur. Dia tampil mengesankan dan untuk sementara berada di pucuk klasemen dengan tiga seri sisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda perhatikan, ada sejumlah besar kalangan baru yang tertarik dengan F1, di Inggris Raya dan terlebih lagi di dunia," bilang Mosley kepada BBC yang dilansir Autosport.
Selain penampilannya yang apik, lanjut Mosley, fisik Hamilton yang berkulit hitam turut menjadi faktor penarik fans-fans baru.
"Karena, terima kasih untuk Lewis, ini tak lagi jadi olahraga kaum putih belaka. Citra seperti itu tercipta karena mahalnya biaya untuk memasuki ajang ini. Dia sudah mengubah semuanya. Dia datang dari keluarga berlatar belakang cukup biasa, dia berkulit hitam dan sangat sukses," papar Mosley.
Melihat kiprah Hamilton, Mosley dan FIA tentu berharap yang terbaik buat sang pembalap. "Buat kami akan luar biasa jika dia sukses, itu akan bagus buat F1. Tapi itu berarti kami akan membantunya, dan tentu saja kami juga takkan menghalang-halanginya," tandas dia.
Baru-baru ini FIA dikritik setelah hilangnya gelar Hamilton di GP Belgia akibat pengurangan poin pasca balapan. Banding yang lantas diajukan McLaren pun ditolak. Hukuman itu dinilai sebagian kalangan agak bias, dan FIA lebih menganakemaskan Ferrari yang memang diuntungkan dari insiden tersebut.
(krs/arp)










































