GP Brasil 2007 bakal dikenang sebagai salah satu balapan yang menentukan akhir kompetisi yang paling dramatis sepanjang sejarah Formula 1. Hamilton yang datang ke sana sebagai pemimpin klasemen akhirnya gagal jadi juara dunia.
Saat itu, Hamilton unggul empat poin dari Fernando Alonso dan tujuh poin di depan Kimi Raikkonen. Akibat berbagai sebab, pada akhirnya Hamilton hanya finis ketujuh dan ia kehilangan titel juara dunia yang sudah ada di depan matanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tidaklah sedramatis yang dibicarakan orang," kata Haug kepada Autosport. "Semua orang bilang Lewis melakukan kesalahan saat itu tapi itu keliru. Gearbox-nya yang salah, bukan Lewis."
"Rekan setimnya (ketika itu Alonso--red) tidak baik kepadanya, tapi Lewis tetap bertarung untuk kejuaraan dunia. Keadannya sekarang benar-benar berbeda. Anda tidak bisa menyalahkan Lewis untuk tahun lalu, tidak juga ketika di China," sambung Haug.
Haug percaya Hamilton sekarang lebih tahan terhadap tekanan. Haug memberi contoh di GP China dua pekan silam.
"Lihatlah hasil di China. Itu memaparkan bagaimana dia menghadapi semuanya. Orang-orang bertindak tidak baik padanya sebelum Silverstone (GP Inggris) dan dia menjawabnya di trek dengan hasil meyakinkan," kata Haug lagi.
"Apa yang terjadi di media tidak benar saat itu. Tapi itulah permainannya. Semua omong kosong itu menghabiskan energi. Tak ada waktu untuk bermain politik, Anda hanya harus konsentrasi ke mobil dan bila perlu berdarah-darah di dalamnya," pungkasnya.
(arp/a2s)











































