Menghindari Unforced Error di Interlagos

Jelang GP Brasil

Menghindari Unforced Error di Interlagos

- Sport
Jumat, 31 Okt 2008 09:08 WIB
Menghindari Unforced Error di Interlagos
Jakarta - Menjadi juara dunia tak sekadar memenangi balapan, tapi juga meminimalisir kesalahan. Untuk urusan membuat blunder, Lewis Hamilton ternyata unggul atas Felipe Massa.

Memasuki seri pamungkas di GP Brasil akhir pekan ini, Hamilton dan Massa sama-sama sudah mengumpulkan lima kemenangan. Meski sama-sama sudah lima kali naik podium tertinggi, Hamilton kini berdiri di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin.

Namun fakta tersebut tak berarti bahwa Massa-lah lebih sering melakukan kesalahana dibanding kompetitor Inggris-nya itu. Sepanjang 17 seri yang digelar sepanjang musim ini, Hamilton ternyata lebih banyak melakukan blunder.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

GP Australia
Awal musim yang buruk buat Massa. Di awal balapan dia sudah melintir, lalu bersenggolan dengan David Coulthard saat berusaha membalap driver Red Bull itu dan segalanya berakhir dengan kegagalan mesin sebelum balapan rampung.

GP Malaysia
Segalanya menjadi semakin buruk buat Massa. Memulai balapan dari pole, dia lagi-lagi melintir saat balapan sudah setengah jalan yang membuatnya gagal menyentuh garis finis.

Bahrain
Hamilton membuat kesalahan pertamanya musim ini saat salah memilih prosedur start. Memulai balapan dari posisi tiga, dia mengoperasikan mekanisme anti-stall di waktu yang salah yang membuatnya langsung merosot ke posisi 10. Ditambah insiden senggolan dengan Fernando Alonso, Hamilton cuma finis di posisi 13.

Monaco
Hamilton menabrak dinding pembatas jalan yang memaksanya masuk pit saat balapan baru berjalan enam lap. Namun nasib pembalap Inggris ini masih bagus karena dia kemudian berhasil jadi juara, ini berkat keputusan McLaren mengubah strateginya menjadi hanya satu pit stop.

Kanada
Inilah salah satu balapan yang menunjukkan kalau Hamilton masih belum matang. Meraih pole position dan berpeluang jadi juara, Hamilton malah melakukan kesalahan fatal saat menabrak pantat F2008 milik Kimi Raikkonen. Lucunya, insiden itu terjadi di pitlane (!).

Prancis
Berusaha merangsek ke posisi terdepan setelah terkena penalti 10 grid menyusul insiden di Kanada, Hamilton malah terkena penalti 10 detik. Dia dianggap memotong chicane saat menyusul Sebastian Vettel, di akhir lomba Hamilton cuma duduk di posisi 10.

Inggris
Balapan basah di Silverstone benar-benar jadi bencana buat Massa. Sepanjang 60 putaran dia tercatat lima kali melintir, di akhir balapan dia menyentuh garis finis di posisi sembilan.

Belgia

Lagi-lagi Hamilton dianggap memotong chicane saat berduel memperebutkan posisi terdepan dengan Kimi. Keputusan ini kemudian menjadi kontroversi, namun Hamilton tetap harus merelakan gelar yang diraihnya melayang karena dijatuhi sanksi tambahan waktu 25 detik.

Italia

Hamilton salah memilih ban di sesi Q2. Menggunakan ban basah standar, hujan ternyata turun semakin deras yang membuat dia gagal mencatat waktu terbaik dan harus memulai balapan dari posisi 15. Meski tampil bagus sepanjang balapan, posisi terbaik yang bisa didapatnya hanya urutan tujuh.

Jepang
Gaya ugal-ugalan Hamilton berdampak buruk buatnya sendiri. Memulai balapan dari posisi terdepan, dia dianggap melakukan tindakan berbahaya yang melibatkan Kimi di tikungan pertama Sirkuit Fuji dan berbuntut jatuhnya drive-through penalty. Nasib Hamilton makin apes setelah disenggol Massa yang membuat mobilnya berputar berbalik arah.

Berdasarkan perhitungan di atas, Hamilton mampu mengungguli Massa dalam hal membuat unforced errors. Namun kalau hingga kini Hamilton masih memimpin klasemen, itu membuktikan kalau ada hal lain yang juga punya besar dalam penentuan gelar juara di GP Brasil akhir pekan ini.

Benar, reliabilitas Ferrari bisa menjadi mimpi buruk Massa di kandangnya sendiri. Jika beberapa musim lalu Ferrari jarang sekali menyelesaikan balapan dengan status DNF, maka musim ini Massa dan Kimi bergantian terkendala berbagai masalah teknis.

Untuk Massa sendiri dia sudah dua kali mengalami gangguan mesin di Australia dan Hongaria. Di sisi lain, mesin Mercedes Mercedes FO108V kepunyaan Hamilton tak pernah bermasalah sepanjang musim ini.

Jangan lupakan juga insiden selang bahan bakar di GP Singapura lalu yang menunjukkan kalau masalah Ferrari juga terletak pada kerjasama kru pit stop-nya.

Jadi siapa yang melakukan sebuah kesalahan kecil saja, siap-siaplah kehilangan gelar juara dunia yang sudah di depan mata.
(din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads