Dikatakan Montezemolo, dirinya menghancurkan sebuah pesawat televisi demi menyaksikan pembalap McLaren Lewis Hamilton mengalahkan pembalapnya, Felipe Massa, dalam balapan yang sangat dramatis itu.
"Saya harus mengatakan kebenaran -- saya merusakkan televisi," tutur Montezemolo dalam jumpa pers di sebuah event Ferrari di Mugello, Minggu (9/11/2008), seperti dikutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa memenangi balapan di kandangnya itu dan kubu Ferrari sempat melonjak kegirangan, menduga driver Brasil itu berhasil merebut gelar juara. Tapi sedetik kemudian kegembiraan itu berakhir ketika Hamilton diketahui telah menyalip Timo Glock dan memastikan titel juara.
"Saya menganggap bahwa dalam sejarah F1, kita tak pernah menyaksikan sebuah gelar ditentukan di belokan terakhir di lap terakhir di seri terakhir Gand Prix," tukas Montezemolo, yang melihat pembalap Ferrari lainnya, Kimi Raikkonen, mencuri titel musim lalu di seri pamungkas.
βMukjizat, ketika dia datang, biasanya hanya terjadi satu kali. Saya mengatakan ini karena tahun lalu adalah sebuah mukjizat. Sebuah pengulangan biasanya mustahil. Di Brasil, dengan Massa, kami ada dalam proses menghasilkan sebuah mukjizat yang lain.β (a2s/key)











































