Baik Schumi maupun Barrichello telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam amal balapan 'International Challenge of Go-Kart Champs' pekan ini. Acara tersebut diselenggarakan oleh Felipe Massa di selatan kota Florianopolis.
Yang menarik, pertemuan kedua mantan pembalap tim "Kuda Jingkrak" ini akan terjadi di tengah suasana yang mungkin tidak enak. Penyebabnya adalah karena baru-baru ini Barrichello berniat curhat untuk membeberkan kepada publik, bahwa selama berkarir di Ferrari ia selalu dianaktirikan. Schumi, yang selalu dinomorsatukan, dinilai punya andil pula pada kemandekan prestasi Barrichello.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat komunikasi radio waktu itu Barrichello dikatakan, "Kamu tahu tidak, Michael itu di belakang kamu? Ini penting buat poin kemenangan."
Menurutnya, percakapan semacam itu berlangsung selama delapan lap. Dan sebuah ultimatum akhirnya terlontarkan di empat lap terakhir.
"Intensitas percakapan bertambah dengan setiap lap. Lalu saya disuruh memikirkan kontrak saya. Bagi saya (pilihannya) jelas: pelankan gas atau Anda akan pulang," ungkap Barrichello lewat sebuah program televisi Brasil.
Setelah kejadian itu Barrichello sempat menanyakan hal itu kepada Schumi. Namun juara dunia tujuh kali itu membantah bahwa dirinya punya andil dalam keputusan kontroversial tersebut.
Belum lama ini Schumi juga mengomentari curhat Barrichello tersebut dengan nada yang "cuek". "Tidak seorang pun yang bisa membuat Anda lambat karena sebuah kontrak. Kalau Anda memang cepat, Anda pasti cepat, dan kemudian menjadi nomor satu," cetusnya.
(key/a2s)











































