Krisis ekonomi global plus mahalnya biaya yang dihabiskan untuk bertanding di F1 akhirnya membuat Honda memutuskan tidak lagi membiayai tim Racing Honda, demi penghematan perusahaan induk.
Hal ini jelas membuat nasib Button menjadi tidak jelas. Apalagi pembalap berusia 28 tahun ini masih menyisakan satu tahun kontrak lagi bersama Honda. Selain dia, nasib sejumlah staf dan tim teknik lain pun terancam. Sadar bahwa keputusan mundur tersebut merugikan banyak pihak, CEO Honda, Takeo Fukui, pun meminta maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk Button, Fukui pun memersilakan sang pembalap untuk mengakhiri kontrak yang masih menyisakan satu tahun lagi. Dengan begitu pembalap yang sudah bergabung sejak tim masih bernama BAR-Honda pada 2003 itu pun bisa mencari tempat berlabuh berikutnya.
"Kami sudah sepakat dengan Button dan kami akan memulai pembicaraan untuk mengakhiri kontraknya," sambungya.
Atas masalah yang menimpa timnya Button pun mencoba berpikir positif. Ia berharap hadirnya "penyelamat" yang akan membeli timnya, dan dengan begitu karirnya di musim depan mungkin saja dapat diselamatkan.
"Kami butuh berpikir positif sebagai satu tim. Karena jika tidak, siapa yang akan tertarik untuk membeli kami?" kata Button.
Positif boleh saja. Tapi kalau Honda tidak laku, bagaimana nasibmu, Button?
(a2s/krs)











































