Ferrari menyatakan selama ini Ecclestone kurang transparan dalam mengumumkan nilai pendapatan komersial. Selain itu, bos Ferrari Luca di Montezemolo juga melontarkan pernyataan yang cukup pedas bagi Ecclestone.
"Idealnya, seperti halnya olahraga profesional lainnya, kami bisa menyelenggarakan sebuah turnamen (liga) dan menunjuk seorang manajer yang baik untuk menggelar liga tersebut," kata Montezemolo seperti dikutip Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Montezemolo langsung dibalas oleh Ecclestone dengan membeberkan besarnya distribusi pendapatan komersial yang diterima Ferrari. "Ferrari menerima lebih tinggi dibandingkan tim lain. Mereka tahu pasti berapa yang mereka dapat," tutur Ecclestone sembari menyebut nilai 80 juta dolar AS atau Rp 886 miliar. Β
"Daripada terus mengemis penambahan nilai pada saya, lebih baik Ferrari berpikir untuk berbagi keuntungan itu dengan tim lainnya," tambah Ecclestone.
Kegeraman bos F1 ini pun belum selelsai. Pemilik klub sepakbola Queens Park Rangers itu juga menantang Ferrari untuk membuktikan masalah transparansi dana. Berdasar Concorde Agreement, setiap tim berhak untuk memeriksa keuangan F1.
"Setiap tim punya hak untuk mengirimkan tim audit untuk memeriksa keuangan F1, termasuk Ferrari. Namun hingga kini, Ferrari belum pernah menggunakan hak ini," tambah Ecclestone seperti dikutip dari Crash. "Jadi, bila siapapun mengatakan bahwa kami melakukan kesalahan, saya akan menghajar mereka," umpat pria berusia 78 tahun ini.
Ferrari belum menanggapi kemarahan Ecclestone. "Kami tidak mau mengomentari apa yang dikatakan Tuan Ecclestone. Bagaimanapun, topik utama yang kini sedang dibicarakan adalah soal pembagian keuntungan," tutur jurubicara Ferrari.
Di tahun 2003, Ferrari dan F1 juga pernah terlibat masalah soal pembagian keuntungan. Ferrari bahkan sempat mengancam akan keluar dari F1. Jalan keluar yang ditempuh saat itu adalah F1 setuju menaikkan nilai pembagian keuntungan bagi tim asal Italia tersebut.
(arp/arp)











































