detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 30 Des 2008 03:00 WIB

Honda Tepis Ada Nego dengan Slim

- detikSport
Jakarta - Isu Carlos Slim Helu akan membeli Honda telah dibantah oleh milyuner asal Meksiko tersebut. Bantahan tersebut diamini sendiri oleh bos tim Honda, Ross Brawn.

Harian La Stampa, Sabtu (27/12/2008) lalu memberitakan, orang terkaya kedua di dunia itu akan mengambil alih kepemilikan Honda pada musim balapan 2009 mendatang. Namun, sehari kemudian, muncul bantahan dari Slim sendiri yang dilansir oleh sebuah media di Meksiko.

Seperti diketahui, Honda telah menarik keikutsertaannya dari balapan F1 tahun depan karena masalah keuangan yang melanda pabrikan mobil asal Jepang tersebut. Diakui Brawn, banyak calon pembeli yang tertarik ingin menghidupkan kembali Honda agar dapat kembali ke arena formula satu.

Dirinya pun senang dengan kabar itu, namun ia menyatakan banyak pihak khususnya dari kalangan pers yang memanfaatkan rumor tersebut untuk mencari keuntungan.

"Kami senang bila hal itu benar. Tapi ini murni spekulasi dari beberapa media. Ini hanya satu dari beberapa rumor yang mereka buat untuk keuntungan sendiri," ujar Brawn pada Daily Telegraph seperti dilansir F1-Live.

Walaupun nasib timnya masih belum jelas, apakah akan ikut serta di musim balapan yang baru atau tidak. Brawn tetap tidak akan menyerah untuk mencari pemilik baru demi kelangsungan tim yang dipimpinnya di musim balapan mendatang

"Kami belum kehilangan segalanya karena masih ada beberapa minggu lagi. Segalanya masih berada di tempatnya walaupun kami harus menolak beberapa program," imbuh pria usia 54 tahun itu.

Dan Brawn pun yakin bahwa Honda akan ikut serta dalam seri pembuka musim 2009 yang bakal dihelat di Australia." Kami masih punya cukup dana untuk ke Melbourne dan masih mempunyai paket (tim) yang kompetitif."

Terakhir, Brawn berharap isu mengenai pembelian tim yang musim lalu finis di posisi kesembilan klasemen akhir konstruktor ini tidak akan bermunculan lagi. "kami mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi dan kami cemas bila ini(rumor) kembali beredar di tahun baru nanti," tutup dia.



(arp/arp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed