Mantan technical chief di tim Minardi dan Toro Rosso, Gabriele Tredozi, misalnya, yang meyakini kalau Alonso adalah pembalap yang amat tepat untuk jadi ikon Ferrari pengganti Michael Schumacher di Ferrari.
"Seperti menempatkan Schumacher lain di sana. Alonso cepat, tangguh secara teknik, sangat cerdas dan konsistensinya tiada banding," ucap komentator Sky itu kepada La Gazzetta dello Sport di F1 Live.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Alonso mengaku mendapat perlakuan tak sama ketimbang Hamilton. Hal itu pula yang lantas membuat sang juara dunia dua kali balik ke Renault.
"Lebih dari apapun, dia butuh dukungan dari tim, tanpa ambiguitas. Dan sebagai imbalan dia bisa memberikan banyak hal," tukas Tredozi.
Giancarlo Minardi yang adalah pendiri tim Minardi tak kalah menilai tinggi Alonso. Dia merasa sang driver Spanyol bisa dengan mudah melibas Hamilton jika diberi peluang setara.
"Saya belum melihat dia lagi sejak GP Italia dan bahkan ketika itu kami tak membahas masa depannya. Tapi tak diragukan dia akan jadi pembalap Ferrari yang luar biasa," tutur Minardi.
Mantan bos tim Ferrari yang juga memberikan izin buat Alonso untuk melakukan debut tes F1 bersama Minardi tahun 1999 silam, Cesare Fiorio, turut sumbang pendapat. Menurutnya, Alonso adalah pembalap paling hebat saat ini, melebihi Hamilton.
"Keduanya mirip dalam perkara kecepatan, tapi Fernando lebih sedikit berpeluang bikin kesalahan. Ferrari dan Fernando adalah kombinasi luar biasa," nilai dia. (krs/arp)











































