USF1 diluncurkan pada Selasa (24/2/2009) waktu setempat. Tim ini digawangi oleh dua 'orang lama' di dunia F1, Peter Windsor dan Ken Anderson. Windsor pernah bekerja untuk Williams dan Ferrari, sementara Anderson pernah mengabdi untuk Ligier.
"Ada lebih banyak perlengkapan serta lebih banyak orang di sini ketimbang di manapun di planet ini," kata Anderson saat peluncuran seperti diwartakan AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan semua kelengkapan itu, USF1 membutuhkan dana operasional sekitar 64 juta dolar AS per tahun. Dari mana dananya? Apakah USF1 tidak takut terimbas krisis finansial yang tengah melanda dunia?
"Kami punya modal untuk melakukannya," ujar Windsor berahasia. "Kami sudah melewati target investasi dan punya modal yang kami butuhkan. Dukungan dan antusiasme bagi USF1 sungguh luar biasa.
USF1 rencananya akan berlomba di ajang F1 pada tahun 2010. Windsor sendiri yang menjamin bahwa bos besar F1 Bernie Ecclestone sudah memberikan lampur hijau bagi USF1.
"Dia bilang, 'Bagus, lakukanlah'," ucap Windsor.
Rencananya, USF1 akan memakai pembalap Amerika untuk mengisi dua kursi yang mereka punya. Ada beberapa nama yang masuk kandidat, antara lain Scott Speed, Marco Andretti, Kyle Busch dan pembalap wanita Danica Patrick.
Speed adalah pembalap Amerika terakhir di F1 ketika memperkuat Toro Rosso pada 2007 sebelum kemudian ia hijrah ke NASCAR. Tahun 1993, Mario Andretti (ayah Marco) menjadi pembalap AS terakhir sebelum Speed.
(arp/key)











































