Whitmarsh mengambil alih jabatan team principal yang dalam 28 tahun terakhir dijabat oleh Dennis. Adapun Dennis, yang mengisyaratkan mundur saat peluncuran mobil baru MP4-24 di awal tahun ini, selanjutnya akan menjadi presiden eksekutif tim asal Inggris ini.
Mengemban tugas baru yang tidak ringan, Whitmarsh pun langsung mencanangkan target tinggi. Ia ingin mempertahankan gelar juara yang direbut oleh Lewis Hamilton musim lalu, dan McLaren pun menyabet titel konstruktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin kemenangan pertama sebagai team principal, dan lebih dari yang saya bayangkan, yaitu gelar juara dunia. Dan saya pastikan saya tidak mau gagal dalam mengantarkan Lewis Hamilton menjadi juara," sambungnya.
Jabatan terakhir Whitmarsh adalah chief executive. Ia sudah bergabung dengan McLaren sejak 1989, ketika tim ini memiliki duet pembalap fantastis, Ayrton Senna dan Alain Prost.
"Ron dan saya mempunyai beberapa pemikiran yang sama, walaupun kami tidak identik. Dalam isu yang fundamental mengenai balapan otomotif, kami mempunyai cara yang sama untuk mencapainya."
Tentang Hamilton iaΒ mengatakan, sukses memenangi kompetisi musim lalu sangat berarti bagi pembalap Inggris itu untuk menghilangkan beban dirinyaΒ untuk menjadi kampiun, setelah dua tahun lalu gagal di seri terakhir.
"Dia hanya mau membuktikan dirinya mampu menjadi juara dunia berkali-kali, namun tidak ada lagi tekanan untuknya ketika ia mampu memenangi titel di balapan terakhir musim lalu," ucap pria 50 tahun itu.
"Bila kamu duduk bersamanya sekarang, kamu bisa langsung merasakan konfidensi seseorang untuk menjadi juara dunia."
Foto: Ron Dennis (kiri), Lewis Hamilton (tengah) dan Martin Whitmarsh (Reuters)
(a2s/arp)











































