GP Malaysia Tak Lagi 'Panas'

GP Malaysia Tak Lagi 'Panas'

- Sport
Jumat, 06 Mar 2009 00:05 WIB
GP Malaysia Tak Lagi Panas
Jakarta - Seri F1 terpanas. Begitu selama ini GP Malaysia dapat julukuan. Namun mulai musim 2009 status tersebut akan hilang karena race akan dimulai sore hari. Bakal kehilangan greget?

Seperti telah diberitakan sebelumnya, mulai musim 2009 ini GP Malaysia akan memundurkan waktu startnya. Jika sebelumnya race dimulai pukul 15.00 waktu setempat, maka tahun ini balapan dimulai pukul 17.00.

Perubahan ini jelas membuat tantangan yang akan dihadapi pembalap jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Sepang selama ini dikenal sebagai neraka buat banyak pembalap karena tingginya suhu udara di lintasan, hal mana justru jadi cirikhas seri ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi perubahan waktu lomba tersebut diyakini tak akan mengurangi serunya GP Malaysia. Dengan balapan digelar pada suhu yang lebih rendah, seluruh tim tak akan bisa menggunakan data musim-musim sebelumnya.

"Mulai balapan 2009 nanti, kami akan memindahkan balapan ke jam 5 sore dari jam 3 sebelumnya. Ini akan membuat pembalap harus melakukan adaptasi kepada cuaca yang lebih dingin. Data-data lama saat Sepang dalam keadaan panas pun tak akan bisa dipakai lagi dalam balapan mendatang," ungkap Chief Executive Sepang International Circuit (SIC), Razlan Razali, dalam konferensi pers Petronas Malayisan Grandprix, Kamis (5/3/2009) malam wib di Dragonfly Club, Graha BIP, Jakarta.

Perubahan waktu balapan ini sebelumnya disebut sebagai upaya untuk mendapatkan jumlah penonton yang lebih banyak di belahan bumi Eropa. Malaysia sempat diminta Bernie Ecclestone menggelar balapan malam seperti yang sukses dilakukan Singapura musim kemarin, namun karena pertimbangan biaya maka balapan Cuma di geser ke sore hari.

"Tidak ada persaingan dengan Singapura di sini. Singapura berbeda sirkuit dengan kami, mereka sirkuit jalanan dan kami sirkuit permanen. Lagipula jarak seri Malaysia dan Singapura juga jauh (Singapura menjadi tuan rumah seri ke-14)," pungkas pria yang baru menjabat chief executive selama lima bulan terakhir itu.


(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads