Menpora Erick Thohir memberikan waktu sedikit lagi kepada KONI dan KOI untuk menyelesaikan cabor-cabor dualisme. Saat ini, tersisa tiga cabang olahraga yang bermasalah.
Pernyataan itu disampaikan Erick karena baru sepak takraw yang terjadi konsolidasi. Sementara tiga cabor yang masih bersengketa karena kepengurusan ganda seperti tinju, anggar, dan tenis meja belum ada kata sepakat.
"Memang masih ada utamg tiga cabang olahraga yang masih dualisme yaitu tenis meja, fencing, dan tinju. Nah kami waktu itu sudah memberikan deadline kepada KONI dan KOI, Alhamdullilah waktu itu sepak takraw terjadi konsolidasi," kata Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah yang 3 ini mungkin kami kasih waktu lagi sedikit,kalau tidak nanti kami Kemenpora akan coba mengambil peran lebih besar. Dan yang intinya di Asian Games, kalau bisa targetnya tidak ada lagi dualisme, harus jadi satu," tuturnya.
Menpora berusia 55 tahun itu tak ingin atlet kembali menjadi korban dari ego kepengurusan. Apalagi Pelatnas Asian Games 2026 dan SEA Games 2027 sudah dimulai tahun ini.
"Jangan sampai nanti karena kendala administrasi, akhirnya dana Pelatnas tidak bisa men-support para atlet yang sedang dipersiapkan," Erick menjelaskan.
"Nah ini kami ajak bicara seperti kemarin sepak takraw terjadi konsolidasi secara baik-baik. Kami berharap ketika cabor ini juga berkonsolidasi secara baik-baik karena sudah waktunya kita bersatu untuk membangun olahraga, bukan melihat kepentingan pribadi masing-masing individu," ujarnya.
Untuk itu, ia meminta KONI dan KOI bergerak untuk membantu menyelesaikannya."Kami juga ingin mereka (anggar, tinju, tenis meja) kembali bersatu untuk kepentingan atlet," ujar Erick.
(mcy/aff)










































