Anggaran Toyota Dipotong

Anggaran Toyota Dipotong

- Sport
Selasa, 17 Mar 2009 00:01 WIB
Anggaran Toyota Dipotong
Tokyo - Kabar buruk mendatangi tim Toyota jelang persiapannya menuju GP Australia. Pabrikan asal Jepang itu harus terima dananya untuk musim ini harus mengalami pemotongan.

Seperti diketahui, krisis ekonomi yang terjadi saat ini telah membuat sebagian tim di F1 mengalami masalah kesulitan dana. Bahkan salah satu tim yaitu Honda telah menyatakan mundur dari balapan musim ini dan akhirnya berganti nama menjadi Brawn GP.

Kepastian ini didapat dari bos Toyota, Tadashi Yamashina, yang mengatakan bahwa akan ada pemotongan anggaran tim untuk musim ini. Pasalnya, cuma Panasonic sponsor yang dipastikan tetap menyokong dana untuk perjalanan tim di musim 2009 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yamashina, pemotongan kali ini adalah yang terbesar yang pernah dialaminya selama ia bekerja di Toyota dan tidak tahu menahu seberapa besar anggaran tersebut akan dipotong. Dan ternyata mundurnya Honda juga berpengaruh kepada putusan itu.

"Anggaran kami untuk F1 kembali dipotong lagi dan lagi dari yang semula," ungkap Tadashi kepada F1-live.

"Ini dipotong kembali akibat pernyataan Honda yang meninggalkan F1 dan dalam waktu sebulan dikurangi lagi setelah ada perbaikan mengenai target pendapatan Toyota di akhir tahun," sambungnya.

"Saya tidak tahu seberapa besar anggaran akan dipoton. Tapi selama saya di Toyota, saya tidak pernah melihat pemotongan seperti ini," tegasnya.

Ditambahkannya, walaupun Toyota harus melakukan pemotongan anggaran untuk musim depan dan jika perlu melakukan pengurangan jumlah karyawan, tim tetap punya masih optimistis untuk meraih hasil terbaik di balapan mendatang dengan mobil terbaru mereka, TF109.

Karena selain menyangkut faktor bisnis, target utama di F1 adalah untuk meraih prestasi terbaik. Menurutnya, para pebisnis lain pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang Toyota lakukan bila mereka mengalami hal yang sama.

"Kemenangan dan hasil adalah yang terpenting. Tapi ada faktor lain juga. Itu adalah bisnis dan dan kami akan melakukan pemotongan di tahun depan sampai tim menjadi lebih baik," ujarnya.

"Tak peduli seberapa besar kami harus melakukan pemotongan anggaran atau seberapa jauh kami harus mengurangi anggota tim. Seperti itulah para pebisnis selalu berpikir," pungkas Tadashi.

(mrp/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads