Soal Penghentian, Pembalap Terbelah

Soal Penghentian, Pembalap Terbelah

- Sport
Minggu, 05 Apr 2009 20:49 WIB
Soal Penghentian, Pembalap Terbelah
Sepang - Cuaca buruk tidak mengizinkan GP Malaysia menyelesaikan seluruh durasi lomba. Mengenai penghentian lomba di lap ke-32, para pembalap memiliki opini berbeda-beda.

Hujan deras yang mengguyur Sirkuit Sepang sejak pertengahan lomba, Minggu (5/4/2009), memaksa bendera merah tanda penghentian sementara lomba dikibarkan. Setelah menunggu lebih dari 40 menit, lomba akhirnya tidak diteruskan.

Penghentian lomba yang menjadikan Jenson Button dinobatkan menjadi juara meski dengan poin separuh normal itu ditanggapi berbeda oleh para pembalap. Ada yang setuju dan ada yang menganggap seharusnya lomba diteruskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka membuat keputusan terbaik dengan menghentikan balapan. Akan menyenangkan membalap beberapa lap lagi untuk mengejar podium. Namun itulah putusannya," ujar pembalap Red Bull, Mark Webber, seperti dikutip Autosport.

"Perasaan saya campur aduk. Sekarang sudah gelap, jadi keputusan untuk tidak melakukan restart balapan adalah tepat," tukas pembalap Australia yang akhirnya finis di peringkat enam itu.

Senada dengan Webber adalah Rubens Barrichello. "Menghentikan balapan adalah hal yang tepat karena jarak pandangnya tidak bagus, bukan karena hujan tetapi karena langit (gelap)," ujar pembalap Brawn GP itu.

Bila dua pembalap di atas menyetujui penghentian, barangkali karena mereka sama-sama memperoleh poin, tidak demikian dengan Sebastien Bourdais. Pembalap yang memperkuat Toro Rosso itu menganggap seharusnya balapan diteruskan.

"Saya sebenarnya ingin restart karena sepertinya mungkin saya bisa mendapat poin, bahkan bila cuma separuh dari yang seharusnya," sesal Bourdais.


(arp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads