Dua buah race yang dimenangi oleh Jenson Button adalah pertanda bahwa Brawn GP bisa disejajarkan dengan tim-tim papan atas lainnya. Bahkan di GP Malaysia 5 April silam mereka tak hanya menempatkan Button sebagai juara, tetapi juga pole seater dan pemegang fastest lap.
Brawn berpeluang untuk kembali melanjutkan dominasinya di Shanghai, 19 April 2009, nanti. Kali ini sudah tak ada lagi yang meragukan keabsahan kemampuan mereka lantaran masalah diffuser yang selama ini didengungkan ilegal sudah selesai. Pengadilan banding FIA telah memutuskan teknologi yang mereka pakai tak melanggar aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghormati hak kompetitor kami untuk mempertanyakan setiap desain atau konsep yang dipakai mobil kami melalui semua saluran yang tersedia bagi mereka."
Sementara Ferrari dan McLaren masih belum menemukan tajinya di dua balapan awal. The Silver Arrows baru meraih satu poin hasil finisnya Lewis Hamilton di posisi tujuh pada GP Malaysia. Sementara Heikki Kovalainen justru dua kali gagal menyelesaikan balapan.
Yang agak mengganggu McLaren mungkin adalah buntut dari persoalan laporan palsu Hamilton usai balapan perdana di Australia. Masalah ini sampai membuat sporting director Dave Ryan dipecat dari jabatannya. Bahkan bukan tak mungkin team principal Martin Whitmarsh juga ikut terseret-seret di dalamnya.
Jika McLaren tersendat akibat masalah di luar balapan, Ferrari justru berkutat di masalah mobil. Jet-jet darat milik The Prancing Horse terlihat punya problem sejak kualifikasi GP Australia, di mana Felipe Massa hanya bisa menempati urutan 16. Bos Ferrari, Luca di Montezemolo, menyebut timnya bermasalah dengan aerodinamik mobil F60.
Ferrari harus secepatnya menemukan jalan keluar dari masalah mobilnya itu. Ingat mereka masih belum meraih satu poin dari dua seri awal.
Kabar baik untuk mereka, Shanghai adalah trek yang cukup ramah untuk tim asal Italia itu. Dari lima balapan yang sudah dihelat di sana sejak 2004, Ferrari sudah tiga kali keluar sebagai juara. Adalah Kimi Raikkonen pembalap mereka yang terakhir kali menjadi juara di sana.
Apapun masalah yang menimpa Ferrari dan McLaren, kedua tim besar ini jelas tak mau performa buruk mereka berlanjut di Shanghai. Mungkin keduanya bisa berkaca pada balapan di Shanghai tahun lalu, ketika itu Hamilton tampil sebagai juara dengan diikuti Massa dan Raikkonen di posisi dua dan tiga.
(roz/arp)











































