Menyaksikan Ferrari harus bersusah payah bahkan untuk bisa mendapat poin sungguhlah sebuah kenyataan yang rasanya sulit diterima. Tak terlihat Ferrari yang musim lalu cuma kalah beruntung dari Lewis Hamilton dan akhirnya cuma duduk di posisi dua klasemen, juga Ferrari sebagai tim pemegang titel juara dunia pembalap dan konstruktor terbanyak.
Si Merah yang biasanya jadi langganan juara atau setidaknya jadi pesaing utama papan atas tampil tanpa taji. F60 lebih sering jadi penghuni papan bawah dan bahkan harus berjuang ekstra keras untuk bisa berada di urutan tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadilah Ferrari menyamai catatan terburuknya sejak 1981. Kondisi yang dianggap akan menyulitkan kembali peluang mereka untuk bertarung memperebutkan titel juara dunia.
Kompetisi memang masih sangatlah panjang untuk bisa mengejar ketertinggalan 21 poin (milik Jenson Button di posisi teratas klasemen). Namun pihak Ferrari sendiri justru mengindikasikan kalau mereka mungkin akan melepas musim ini demi bisa lebih fokus mempersiapkan diri menyambut tahun 2010.
"Saya pikir, yang bisa dipastikan kini adalah bahwa kami akan menunggu seri Spanyol dan melihat posisi kami sejauh itu. Pada periode itu kita akan lihat bagaimana situasinya - jadi pada dasarnya, kami akan mengetahui itu semua saat kembali ke Eropa," ungkap bos Ferrari, Stefano Domenicali, saat ditanya kemungkinan timnya melepas musim 2009 dan memilih fokus tahun depan.
Domenicali juga menolak anggapan kalau setelah diffuser milik Brawn GP diperbolehkan, maka performa mobil banyak tim lainnya bakal terdongkrak. Faktanya, dia malah mengakui kalau masalah yang dihadapi Ferrari tak sekedar diffuser.
"Bukan. Situasinya lebih kompleks dari hal itu. Komponen itu memang akan memberi Anda keuntungan. Tapi salah jika menganggap kalau itu merupakan satu-satunya kunci. Kitas sudah melihat, misalnya, mobil Red Bull bekerja dengan luar biasa."
"Mereka punya lebih banyak waktu, mereka telah mengubah proyek mereka lebih awal dibanding kami, dan itu adalah kenyataan yang harus kami pertimbangkan. Saya pikir kami masih harus menunggu. Kami harus tenang Ini tidaklah mudah, saya tahu itu, tapi kami butuh untuk tetap tenang karena ada banyak hal yang bisa berubah dengan cepat. Prioritas pertamanya adalah mencetak poin pertama," pungkas dia.
(din/key)











































