Bodo/Glimt mampu jadi tim raksasa di Norwegia dan sedang mencuri panggung di Liga Champions. Ada peran mantan pilot tempur yang kuatkan mental tim!
Bodo/Glimt kalahkan Inter Milan dengan agregat telak 5-2. Bodo/Glimt menangi gim pertama di kandang 3-1, lalu teranyar menang juga di San Siro 2-1 pada Rabu (25/2) dini hari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bodo/Glimt tembus babak 16 besar Liga Champions kali pertama, dalam format UEFA Champions League. Babak 16 besar sebelumnya pernah mereka tembus di era kompetisi UEFA Cup Winners.
Dilansir dari Tribuna, Bodo/Glimt memang bertransformasi dalam satu dekade terakhir. Sarana fasilitas dipercanggih, bibit-bibit pemain muda mulai muncul, sampai ada peran mantan seorang pilot pesawat tempur!
Mantan pilot pesawat tempur itu bernama Bjorn Mannsverk. Sejak tahun 2017, Mannsverk menjabat sebagai pelatih mental di Bodo/Glimt.
Mannsverk sebelumnya bekerja selama 20 tahun menjadi pilot pesawat tempur angkatan udara Norwegia. Dia pernah bertugas di pangkalan udara NATO di Bodo, serta pernah dikirim ke Libya.
Bodo/Glimt mengontak Mannsverk ketika tim baru saja degradasi pada peringatan seratus tahun mereka. Mannsverk yang tidak suka-suka banget sama sepakbola, justru tertarik.
"Mereka sedang dalam kegagalan psikologis total. Level permainan mereka cukup bagus, tapi tidak mampu mengatasi tekanan," jelasnya ketika pertama kali melihat mentalitas tim.
Menariknya, Bjorn Mannsverk mengambil pekerjaan di Bodo/Glimt dengan gratis. Cuma dua syaratnya, dia tidak akan memaksa pemain untuk mempertajam mental dan dia tidak akan membujuk pemain untuk memperpanjang kontrak.
Mannsverk pun lakukan proyek latihan mental ala militer. Motonya adalah 'berlatihlah seperti Anda sedang merencanakan pertempuran'.
Contoh, ada gelandang Ulrik Saltnes. Saltnes punya catatan fisik yang bagus di sesi latihan, tapi tidak bisa pernah main dua babak penuh. Saltnes pun rupanya kerap alami diare saat bertanding.
Masalahnya ternyata, Saltnes kepikiran antara lanjutkan karier di sepakbola atau kuliah. Saltnes bingung pilih mana, Mannsverk beri ketegasan, mengapa tidak main semusim dulu tanpa beban? Lalu biarkan klub memberikan keputusan kepadanya apakah akan diputus kontrak demi kuliah atau tetap bisa bermain?
Hasilnya fantastis, Saltnes bisa kemas 15 gol dari 30 laga di divisi kedua. Bukan cuma itu, pihak klub turut memberikan keleluasaan padanya untuk tetap berlaga sembari kuliah.
"Setelah satu setengah bulan, sakit perutnya hilang. Ini hampir seperti keajaiban, tetapi juga contoh apa yang dapat dilakukan tekanan psikologis terhadap Anda," ungkap Mannsverk.
Mannsverk menekankan kepada fokus, ketenangan, dan perjuangan sampai akhir. Hasilnya, Bodo/Glimt sukses menangi Liga Norwegia empat kali sejak 2020!
"Dengan mengutamakan kemenangan, banyak orang melupakan proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil. Saya pikir itulah perubahan utama di Bodo," jelasnya.
"Kami tidak lagi berpikir 'sial, sekarang kita tertinggal 1-0'. Itu tidak terlalu mempengaruhi kami. Kami hanya berpikir tentang bermain sepakbola yang bagus. Kami tahu kami akan melakukannya. Itulah yang kami fokuskan," sambungnya.
"Kami harus tenang dari sebelum sampai bermain di lapangan. Kami fokus kepada hal-hal yang bisa kami kendalikan, sama seperti tugas seorang pilot pesawat tempur," tutupnya.
(aff/krs)










































