Super Aguri mundur dari balapan tahun lalu karena krisis keuangan yang meneimpa mereka. Tim asal Jepang ini mundur setelah hanya menyelesaikan tiga seri balapan, yakni di Australia, Malaysia, Bahrain, dan Spanyol.
Ketika akan memulai balapan di Turki, Super Aguri mengumumkan bahwa mereka tak akan mengikuti balapan tersebut. Mereka akhirnya menyatakan diri mundur setelah menyatakan tengah mengalami masalah finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu timbul lantaran deal dengan sebuah sponsor besar batal, dan Honda, selaku penyokong mereka, tak siap untuk memberikan dukungan untuk jangka waktu yang panjang.
Padahal untuk masuk ke dalam F1 saja, Super Aguri harus memiliki dana hingga 40 juta poundsterling (sekitar Rp 627 miliar)--berdasarkan peraturan yang dikeluarkan FIA. Belum lagi mereka harus bersaing dengan big spender semodel Ferrari dan McLaren. Jadi, bagi tim kecil seperti mereka adalah sulit untuk bisa bertahan di kolam piranha tersebut.
Namun, Super Aguri kini sudah bersiap untuk kembali ke arena F1. Suzuki menyebut bahwa jika memungkinkan, mereka akan kembali tahun depan. "Jika hal ini memungkinkan, maka kami akan sangat senang untuk kembali," ujarnya seperti dilansir Reuters.
Tahun depan, FIA telah mengumumkan akan menambah jumlah mobil menjadi 26--enam labih banyak dari saat ini. Selain itu, FIA juga sudah menerapkan pembatasan anggaran untuk balapan musim depan, dan hal inilah yang tampaknya menjadi pertimbangan Super Aguri untuk kembali.
(roz/nar)











































