Dari lima seri yang sudah dilangsungkan tahun ini, Ferrari baru mengoleksi enam angka. Dua pembalapnya, Felipe Massa dan Kimi Raikkonen, sama-sama baru mendonasikan tiga poin.
Perubahan aturan nyata memberi pengaruh besar terhadap perubahan wajah F1 tahun ini. Brawn GP bangkit dari reruntuhan tim Honda dan sukses menyabet empat kemenangan melalui Jenson Button.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di saat Ferrari, McLaren dan BMW kesulitan, Brawn punya keuntungan karena mereka punya waktu lebih banyak mengerjakan mobil tahun ini," ujarnya di sela-sela promosi GP Singapura di showroom Ferrari/Maserati, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Ferrari yang tujuh kali menjadi juara konstruktor semenjak tahun 2000 menjadi sorotan khusus karena buruknya prestasi mereka. Dari seri ke seri, Red Scarlet memang membaik, tetapi itu belum cukup.
"Ibaratnya, bila Ferrari maju satu langkah, maka tim lain seperti Brawn atau Toyota juga maju selangkah. Saya setuju dengan Niki Lauda, bila ingin bangkit, Ferrari harus melompat dua langkah ke depan," papar Slater.
Menurut pria yang sudah menjadi komentator F1 sejak tahun 2000 itu, Ferrari --khususnya Massa-- sedang bagus-bagusnya. "Si Kuda Jingkrak" ia perkirakan akan memenangi sebuah seri di 2-3 GP mendatang.
"Felipe Massa sedang on-fire," ulas Slater. "Namun tidak (akan menang) di Monako. Di 3-4 tahun terakhir, ia selalu kesulitan di sana."
(arp/a2s)











































