Hingga sebelum balapan di Monako dua pekan lalu, Lewis hamilton masih berupaya meyakinkan kalau dirinya dan McLaren masih berpeluang menjadi juara dunia. Meski belum mampu bertarung dengan Brawn GP, sang juara dunia melihat peningkatan performa MP4-24 sebagai alasan dia untuk tetap menjaga keyakinan.
Namun setelah gagal besar di Monte Carlo, selisih McLaren dengan duo Jenson Button dan Rubbens Barrichello semakin melebar. Merasa harapan-harapan yang selama ini didengungkan tak kunjung berwujud hasil positif, Silver Arrows pun mengaku kalau mereka tak mungkin lagi bertarung untuk memperebutkan titel juara dunia musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya McLaren bukan satu-satunya tim yang punya performa buruk di awal musim karena Ferrari juga bernasib serupa. Namun Si Merah dari Italia mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah Kimi Raikkonen dan Felipe Massa berturut-turut duduk di posisi tiga dan empat GP Monako.
Sejauh ini raihan terbaik McLaren adalah mengantar Hamilton duduk di posisi empat GP Bahrain. Namun kisah sukses tersebut seperti terhapus oleh kasus diskualifikasi di Australia, posisi sembilan di Spanyol serta kecelakaan saat kualifikasi Monte Caro, yang membuat sang juara dunia harus memulai balapan dari posisi belakang.
(din/krs)











































