Pembalap Bereaksi Soal Kasus Renault

Pembalap Bereaksi Soal Kasus Renault

- Sport
Jumat, 11 Sep 2009 19:21 WIB
Pembalap Bereaksi Soal Kasus Renault
Monza - Penyelidikan atas dugaan skenario pemulusan Fernando Alonso menjuarai GP Singapura tahun lalu mendapat tanggapan dari beberapa pembalap. Ada yang merasakan kejanggalan dari insiden Nelson Piquet Jr.

Isu ini menjadi salah satu buah bibir yang diangkat menjelang gelaran GP Italia akhir pekan ini. Seperti diberitakan, Renault diduga melakukan kecurangan untuk memenangi Alonso dengan cara mengacaukan lomba ketika Piquet menabrak pagar pembatas di lap 14.

Yang menarik adalah, Piquet melintir sendiri di tempat yang jauh dari mesin pengangkut mobil. Akibatnya, Safety Car harus beredar cukup lama di lintasan, sampai-sampai pitlane dibuka dan banyak pembalap melakukan pitstop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, Alonso sudah lebih dulu melakukan pitstop sebelum insiden itu terjadi, sehingga ketika Safety Car keluar, ia menjadi yang terdepan. Dari start di posisi 15, pembalap Spanyol itu akhirnya tampil sebagai juara.

"Begitu balapan selesai, dalam briefing, semua orang di paddock memikirkan insiden itu, paling tidak sepertinya ada sebuah maksud," ujar pembalap BMW-Sauber, Nick Heidfeld.

"Bahwa dia menabrak sih tidak terlihat aneh. Tapi fakta bahwa mereka memiliki dua strategi dan dia (Piquet) menabrak di waktu tersebut, membuatku jadi berpikir," sambungnya.

Nico Rosberg dari Williams, yang menjadi runner up lomba, mengamini pendapat kompatriot Jerman-nya itu.

"Kok kebetulan sekali ya. Semua hal itu terjadi berbarengan. Alonso masuk pitstop lebih awal, lalu Safety Car masuk trek satu lap kemudian. Itu memang rumor yang Anda dengar di paddock setelah balapan," tukas Rosberg.

"Saya sih tidak berpikir mereka melakukan itu," tambahnya. "Kalau itu disengaja, saya akan merasa heran karena ini cukup mengejutkan. Cukup impresif, tapi dalam cara yang negatif."

Adapun Rubens Barrichello, yang dulu pernah terkenal saat memberi jalan buat Michael Schumacher memenangi GP Austria 2002, mengendus ada motif tertentu dari kasus ini. "Ada yang ingin kepala Briatore," tukas pembalap Brasil itu.

Bagaimana Alonso? Ia mengaku tidak tahu menahu soal skenario kotor tersebut.

"Sulit untuk memahami semua situasi ini, semua penyelidikan ini. Saya sangat terkejut. Saya tak bisa membayangkan hal-hal atau situasi ini."

"Kami rekan setim selama satu setengah tahun, dan saya tak pernah punya masalah dengan dia (Piquet)," ujar Alonso saat dibandingkan hubungan dia yang sangat dekat dengan Briatore dan hubungan profesionalnya dengan Piquet. (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads