Seperti sudah ramai diberitakan sebelumnya, Renault diduga menyuruh pembalapnya, Nelson Piquet Jr, menabrakkan diri demi memuluskan strategi untuk memenangkan Fernando Alonso.
FIA sudah meminta Renault menghadiri sidang di World Motor Sport Council (WMSC) akhir bulan ini. Dalam perkembangannya, Renault menyatakan tidak akan menyangkan tuduhan itu dan prinsipal Flavio Briatore serta Direktur Engineering Pat Symonds sudah mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lauda, juara dunia F1 tiga kali pada tahun 1975, 1977 dan 1984, membandingkan kasus Renault dengan kasus-kasus lain sebelumnya, dan menemukan kasus Renault adalah yang terburuk.
"Cuma satu insiden yang mendekati, itu adalah saat Michael Schumacher memarkir Ferrarinya di racing line Monako 2006 untuk menghalangi lap terakhir kualifikasi Fernando Alonso," kata Lauda. "Tapi itu tak sebanding."
"Ya, kasus spygate McLaren dua tahun lalu memang sangat serius, tetapi para mekanik biasanya memang saling mendiskusikan data teknis di antara mereka," tukas pria Austria itu.
"Ini hal yang baru. Kerusakan terbesar yang pernah ada. FIA sekarang harus menghukum Renault dengan berat untuk mengembalikan kredibilitas Formula 1," pungkasnya.
(arp/key)











































